Tahap kedua persalinan mulai ketika serviks sudah membuka sepenuhnya, dan diakhiri dengan kelahiran bayi Anda. Tahap ini berakhir antara beberapa menit sampai dua jam.
Anda akan tahu bahwa Anda berada di tahap kedua ketika Anda merasakan keinginan yang sangat kuat untuk mendorong ke bawah. Jika Anda menggunakan epidural, Anda mungkin tidak merasakannya sekuat itu, atau malah tidak merasakannya sama sekali. Bidan akan memberitahu Anda apa yang harus dilakukan jika Anda tidak merasakannya.
Anda mungkin merasa perlu menahan napas untuk mendorong ke bawah; jangan menahan terlalu lama. Dengarkan bidan dan ikuti petunjuknya. Dia bahkan mungkin melarang Anda mendorong – mungkin karena ada sebagian kecil ‘bibir’ serviks yang masih terlipat ke dalam. Ketika bibir membuka, Anda siap untuk beraksi! Atau, dia mungkin melihat perineum Anda – kulit di antara vagina dan anus – terlalu tertarik dan hendak mencegah terjadinya sobekan. Anda mungkin diminta untuk “mengeluarkan bayi dengan bernapas”, dengan napas yang ringan dan lembut.
Beberapa wanita tidak merasakan dorongan untuk mendorong ke bawah, walaupun mereka tidak menggunakan epidural. Bayi meluncur keluar begitu saja. Ini bisa terjadi hanya jika Anda sudah memiliki beberapa anak.
Bayi Anda pada pandangan pertama
Ketika kepala terlihat jelas di bibir kemaluan, Anda atau mitra melahirkan Anda dapat memegang cermin jika Anda mau, sehingga Anda dapat melihat kejadiannya. Dengan satu atau dua kontraksi lagi, kepala bayi Anda keluar lebih dulu dan seluruh badannya akan mengikuti.
Bidan Anda akan dengan lembut mengangkat bayi Anda dan menempatkannya di pelukan Anda atau di atas perut Anda, sehingga Anda dapat melihatnya dengan jelas dan menyambutnya.
Posisi apa yang paling baik?
Apa saja yang membuat Anda merasa senyaman mungkin di antara kontraksi dan memungkinkan bayi Anda keluar dengan aman.
- Berjongkok sambil berdiri dengan pendukung akan memungkinkan panggul Anda terbuka lebar dan bayi Anda dilahirkan dengan bantuan tenaga gravitasi. Anda membutuhkan dukungan pada badan bagian atas untuk menjaga keseimbangan Anda. Jika pasangan Anda cukup kuat, dia dapat memegang Anda dari belakang, di bawah lengan Anda. Lutut Anda harus lebih rendah pinggul Anda (dapat terlalu memaksa sendi Anda).
- Sebuah bangku atau kursi mendukung Anda dalam posisi agak jongkok. Anda juga perlu dipegang.
- Berlutut di atas kedua tangan dan kaki memungkinkan Anda untuk beristirahat dengan mencondongkan diri ke depan di antara kontraksi.
- Berbaring lurus tidak terlalu membantu kelahiran. Ada tekanan pada panggul Anda dan bayi Anda harus berjalan “menanjak” melawan gravitasi. Duduk di tempat tidur yang dialasi beberapa bantal dan mungkin pasangan Anda akan lebih baik.
Momentum kelahiran Kepala bayi Anda biasanya muncul menghadap ke punggung Anda. Bidan dapat memeriksa tali pusar bayi, untuk memastikan tidak melibat leher. Bahu kemudian berputar sehingga badan menyamping dan kepala, sekarang di luar Anda berputar ke samping juga.
Tanya jawab
Q: Mengapa sebagian bayi perlu dibantu dengan forceps atau ventouse?
A: Forceps adalah sepasang sendok yang terhubung yang menggenggam kepala bayi untuk membantunya keluar. Ventouse menggunakan pompa vakum untuk membantu bayi menjalani beberapa senti terakhir dari perjalanannya menuju dunia luar. Bayi mungkin membutuhkan salah satu dai kedua alat bantu ini untuk dilahirkan secara cepat, sebagai contohnya:
- Jika dia mengalami “kesulitan” (“distress”) – terlihat dari detak jantung menjadi pelan atau jika bayi mengeluarkan meconium (isi dari usus besar bayi) yang akan mengotori cairan ketuban atau terlihat dari sampel darah yang diambil dari kulit kepala bayi.
- Jika jalan keluarnya terlalu sulit karena posisinya kurang baik atau karena panggul ibu tidak bisa cukup terbuka.
- Jika kontraksi Anda sudah melemah atau Anda kelelahan.
- Jika bayi prematur, sehingga tulang tengkoraknya yang masih lunak lebih membutuhkan perlindungan.
Q: Perlukah saya dijahit setelah melahirkan?
A: Kadangkala, perineum robek ketika tertarik saat kepala bayi lewat. Atau bidan mungkin akan bertanya apakah dia boleh memotong perineum karena dia merasa Anda bisa mengalami sobek besar bila bayi harus dilahirkan dengan segera. Perineum Anda akan dipotong apabila Anda menggunakan forceps. Pemotongan ini dikenal sebagai episiotomi. Sobekan besar dan episiotomi perlu dijahit setelahnya. Anda akan diberi anastesi lokal ketika sudah selesai. Jahitan akan hilang dengan sendirinya; jahitan tersebut tidak perlu dibuka.