Huggies

Musik Untuk Bayi

Seorang wanita memegang bayi yang sedang kesal. Dia memeluknya di dadanya, menggoyangnya dengan berirama dan mulai menyenandungkan lagu sederhana yang berulang-ulang sesuai dengan gerakan tubuhnya. Suaranya lembut dan intim; naik turunnya hanya untuk bayinya. Segera bayi tersebut menjadi tenang, dan seiring dengan jatuh tertidurnya bayinya, senandungnya menjadi pelan, berubah menjadi bisikan dan perlahan-lahan hilang.

Adegan ini bisa terjadi dalam konteks budaya mana saja dan kapan saja. Sebelum ada white noise dan kaset irama jantung, sebelum ada alat penggoyang tempat tidur bayi dan ayunan bayi, para ibu menggoyang dan bersenandung untuk bayinya. Dan banyak orang tua masih menikmati kegiatan bernyanyi untuk bayinya.

Saat ini, musik seringkali telah direkam. Saya belajar two-step (dan mulai menyukai musik country) ketika mengajak bayi pertama saya berdansa sambil menidurkannya dengan lantunan dari Emmy Lou Harris. Bertahun-tahun kemudian, ketika sedang meneliti sebuah artikel di Steps & Stages tentang ayah dan bayinya ("Daddy's Delight," November 1995), saya menemukan bahwa kegiatan menidurkan bayi gelisah kami bukanlah hal yang tidak lazim. Hampir setiap ayah yang saya temui memiliki musik khusus yang dinyanyikannya bersama atau untuk menenangkan bayinya.

Tentu saja, bila Anda harus menari dengan bayi, adanya musik akan membuatnya menjadi lebih menyenangkan untuk Anda. Dan bila musik membuat kegiatan menenangkan bayi lebih seperti kenikmatan ketimbang pekerjaan, memasang lagu favorit Anda tidak akan sia-sia. Tapi para peneliti menemukan bahwa bayi juga responsif terhadap musik.

Dalam buku Your Baby Needs Music, Barbara Cass-Beggs, pendiri program musik untuk bayi dan anak kecil Listen, Like, Learn, mengatakan: "Bayi menyerap suara, pembicaraan dan musik sejak usia dini dan ketika mereka berusia sekitar 24 hari, mereka dapat membedakan perubahan kecil dalam ritme; di usia satu bulan, bayi dapat mengenali anggota keluarga berdasarkan suara mereka. Seorang bayi berusia lima bulan mengenali suatu komposisi musik begitu dia mendengar bagian dari lagu itu bila dia pernah mendengarnya sebelumnya."

Cass-Beggs mendesak para orang tua untuk tidak berhenti pada penggunaan musik rekaman, tapi benar-benar bernyanyi untuk bayi mereka. Sandra Trehub, seorang profesor psikologi pada University of Toronto yang mempelajari respon bayi terhadap nyanyian setuju. Dia mengatakan bahwa, "di seluruh dunia, bernyanyi digunakan untuk bekerja dan bermain. Nyanyian itu menyenangkan dan tampaknya mendekatkan orang, menjadi bagian dari pengalaman yang mendekatkan."

Trehub menyarankan bahwa bernyanyi kepada bayi tampaknya terjadi secara alami bagi banyak orang: "Bahkan ketika kita berbicara kepada bayi, kita mengubah cara berbicara kita dan menjadikannya lebih musikal. Kita membuat pembicaraan kita lebih berirama dan berulang, dan kita menekankan perubahan nada. Musikalitas membuat suara lebih ekspresif secara emosional dan bayi merespon hal ini."

Trehub mengutip sebuah penelitian dimana para ibu merekam lagu yang sama dua kali – yang pertama ketika bernyanyi untuk bayinya, yang kedua hanya bernyayi sendiri. Kemudian kedua rekaman tersebut diperdengarkan kepada bayi. Orang dewasa yang menonton video (tanpa suara) dari bayi yang sedang mendengarkan rekaman melihat bahwa bayi tampak lebih memperhatikan beberapa rekaman dibandingkan beberapa rekaman lainnya – dan ternyata rekaman yang lebih menarik perhatian adalah rekaman yang dibuat ketika para ibu sedang bernyanyi untuk bayi.

Inilah keunggulan bernyanyi dari musik rekaman – adanya hubungan yang pribadi.

Walaupun sebenarnya tidak diperlukan lebih banyak lagi alasan untuk bernyanyi kepada bayi Anda, Cass-Beggs berargumen bahwa bernyanyi juga membantu perkembangan bayi. "Walaupun pusat musik dan pusat bicara terletak di daerah yang berbeda di dalam otak, kita tahu bahwa bernyanyi membantu bicara dan tentunya vokalisasi lebih dekat ke berbicara dibandingkan bernyanyi. Vokalisasi dan lagu pengantar tidur adalah penting karena mereka memberikan kenikmatan dan rasa aman bagi bayi. Di samping itu, hal-hal tersebut adalah langkah pertama di jalan yang panjang bagi bayi untuk belajar dan akan membantunya berbicara dan memahami pembicaraan."

Tapi bagaimana bila Anda bukanlah seorang penyanyi yang baik? Baik Trehub dan Cass-Beggs segera meyakinkan kita-kita yang agak segan menyanyi dengan disaksikan orang dewasa lain. Kata mereka, bayi kita mungkin satu-satunya pendengar yang tidak akan mengkritik kita! "Bayi tidak akan berkata, 'Aduh, itu kan versi yang jelek sekali dari Twinkle, Twinkle Little Star,'" canda Trehub. Mereka benar-benar menyukai Anda apa adanya, dan banyak orang tua menyadari bahwa dengan bayi mereka, mereka dapat menyanyi dengan kenikmatan yang tidak disadari, yang mirip dengan menyanyi di kamar mandi.

Oleh Holly Bennet.
Artikel ini dipersembahkan oleh:





Expert Tips

from -

It’s important to keep in mind that every child is different and every child will develop their reading skills at a different rate.