Apakah Anda tahu persis apa yang akan bayi Anda pelajari sejak saat kelahirannya sampai masa taman kanak-kanak? Bayi Anda yang cerdas akan menguasai bagaimana caranya berjalan, berbicara dan makan sendiri. Dia akan mampu menggunakan toilet, berkenalan dengan teman baru dan dapat memberikan pertanyaan dan mengetahui jawabannya.
Faktanya, anak-anak antara usia lahir sampai 3 tahun lebih banyak belajar dari interaksi sehari-hari bila dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Riset ini dipublikasikan di The Scientist in the Crib: Minds, Brains and How Children Learn (William Morrow, 1999). Buku ini ditulis bersama Alison Gopnik, seorang psikolog kognitif terkemuka di University of California, Berkeley, Andrew Meltzoff, seorang pelopor dalam psikologi bayi pada University of Washington, dan Patricia K. Kuhl, seorang tokoh terkenal dalam bidang perkembangan bahasa.
Menurut para penulisnya, salah satu hal pertama yang dipelajari bayi Anda adalah bagaimana caranya menarik perhatian Anda. Untuk memperolehnya, apakah karena dia lapar, popoknya basah atau lelah – bayi Anda akan menangis.
"Roxanne akan menjerit-jerit bila dia merasa sakit. Bila dia lelah dia akan mengomel. Dia mengeluarkan reaksi senang ketika ibunya memasuki ruangan," kata Dennis, ayah dari Roxanne (8 bulan). "Tapi ketika saya tiba di rumah setelah bekerja, Roxanne sudah siap untuk bermain. Dia tidak membolehkan saya melihat hal-hal lainnya, dia ingin saya untuknya sendiri."
Dalam proses mempelajari hal ini, bayi Anda belajar mengenai emosi manusia. Bayi Anda akan tahu bagaimana beraksi agar Anda tertawa dan mendapatkan persetujuan Anda, dan akan menemukan hal-hal yang mengesalkan Anda hanya dengan mempelajari reaksi Anda.
"Hanya dengan melakukan kontak mata Justin tahu kapan dia boleh terus melakukan apa yang sedang dilakukannya," kata Caroline tentang anak laki-lakinya yang berusia 2 tahun. "Dia akan menyentuh benda-benda yang saya larang. Saya tahu bahwa dia tahu bahwa dia tidak diperbolehkan menyentuhnya. Dia ingin mengetahui apakah saya mengubah pikiran saya."
Seorang anak berusia 3 tahun menerima informasi, mencatatnya dan belajar darinya dengan kecepatan dua kali lebih besar dibandingkan dengan seorang dewasa. Pernah mendengar ungkapan, "Anak-anak menyerap informasi seperti spons"? Banyak anak-anak lebih muda dari 3 tahun terekspos bahasa kedua dan tidak pernah mengatakan pada diri mereka bahwa mereka tidak bisa melakukannya. Mereka mempelajarinya dengan melihat, melakukan dan berusaha.
Cara terbaik untuk meningkatkan pembelajaran bayi Anda atau memberikan stimulasi ekstra adalah cukup dengan menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak Anda. Bila Anda bekerja di luar rumah, pastikan agar anak Anda ada dalam pengasuhan bayi yang berkualitas.
"Situasi yang ideal untuk batita dan bayi adalah memiliki beberapa orang dewasa dan anak-anak lebih tua yang penuh perhatian, yang bermain bersamanya secara teratur dalam lingkungan fisik yang kaya," kata Gopnik.
Selama waktu yang Anda habiskan bersama bayi, berusahalah untuk bermain, berbicara, bertukar dan mencurahkan perhatian pada anak Anda. Gunakan setiap kesempatan yang ada. Bila bayi Anda sedang kepingin menari, bergabunglah dan menarilah bersamanya. Bila dia bermain cilukba, ikutilah permainan cilukba tersebut. Bersikaplah spontan dan ikut bermain bersamanya di lantai dan berinteraksi dengan anak Anda. Anak Anda akan belajar dalam situasi dimana tidak ada saat bermain.
"Saya senang bila sehabis makan malam Alex berbaring berduaan dengan saya pada saat saya membaca suratkabar," kata Danny, ayah dari Alex (27 bulan). "Dia berpura-pura membaca dan dia bisa duduk di pangkuan saya selama 20 menit. Saya sangat menikmatinya dan saya yakin dia juga begitu."
Mereka akan belajar dengan memperhatikan anak-anak lain, atau pengasuh dewasa lainnya dalam keseharian mereka.
"Jenis permainan yang kita bicarakan di sini bukanlah suatu kegiatan terpisah yang harus dijadwalkan untuk bayi, tapi terjadi secara alami ketika orang dewasa dan anak-anak sedang bersama," kata Gopnik. "Itulah sebabnya tidak mungkin mengatakan bahwa diperlukan sejumlah ‘x’ dari suatu kegiatan."
Bayi-bayi belajar ketika mereka membuang mainan mereka ke luar tempat tidur. Mereka belajar ketika mereka sedang mandi dan mereka belajar ketika mereka bermain dengan panci-panci dan kuali dari lemari. Semuanya mungkin tampak tidak penting, tapi bayi belajar tentang suara, kehidupan dan lingkungan. Dia sedang menemukan berbagai kemungkinan bagi dirinya sendiri.
Bagian penting dari riset tersebut menemukan bahwa bayi yang kurang berinteraksi dengan orang dewasa perkembangannya menjadi lebih buruk. Bayi memerlukan interaksi antara dirinya dan orang dewasa. Bila bayi tidak memperoleh pengasuhan yang tidak berkualitas, pengetahuan bayi berkurang. Gopnik mengatakan bahwa dia khawatir anak-anak dari usia lahir sampai 3 tahun tidak memperoleh cukup interaksi yang berkualitas untuk mencapai tingkat mental dan emosional yang seharusnya mereka capai ketika mereka memasuki taman kanak-kanak.
"Seperlima dari anak batita lahir dalam lingkungan kemiskinan," kata Gopnik. "Kita memberikan dukungan untuk berbagai jenis pendidikan dan pembelajaran, tapi kita tidak memberikan dukungan apa-apa untuk jenis pembelajaran yang terjadi dalam tiga tahun pertama kehidupan kita."
Gopnik, Meltzoff dan Kuhl meminta pemerintah untuk mengambil tindakan dengan mengembangkan program-program yang memungkinkan para orang tua untuk melewatkan waktu lebih banyak dengan bayi mereka, seperti pekerjaan yang fleksibel atau pekerjaan paruh waktu dan bekerja dari rumah. Mereka juga meminta subsidi lebih banyak untuk orang tua yang anak-anaknya menggunakan fasilitas pengasuhan anak (daycare). Mereka berpendapat bahwa penggajian yang lebih baik dan pengakuan terhadap para pendidik masa awal kanak-kanak juga akan mengurangi tingginya perpindahan pekerja di sektor ini.
Walaupun ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan bayi, para penulisnya mengingatkan para orang tua bahwa tiga tahun pertama itu penting – dan mendorong setiap orang untuk memperhatikan masalah ini.
Bermain dengan Bayi Anda
- Sering-seringlah berinteraksi dengan bayi Anda dan dengan berbagai cara.
- Tunjukkan minat terhadap hal-hal yang diminati bayi Anda.
- Biarkan bayi Anda berusaha dan bereksperimen dengan berbagai hal.
- Ciptakan beragam peluang belajar untuk bayi Anda. Misalnya: panci dan kuali, sekeranjang cucian bersih, kotak kosong.
- Tetapkan batas-batas yang jelas dan konsistenlah dengan perilaku yang menurut Anda tidak dapat diterima.
- Tunjukkan anak Anda cinta dan kebanggaan Anda terhadapnya.
Oleh Marie-Helen Goyetche. Artikel ini dipersembahkan oleh:
