Canda Tawa
Kemampuan tawa untuk memecah stres merupakan satu dari banyak alasan mengapa hal ini merupakan bagian penting dari perkembangan seorang anak. Memiliki rasa humor memainkan peranan penting dalam mengembangkan rasa percaya diri, belajar memecahkan masalah dan mengasah ketrampilan sosial, papar Louis Franzini, PhD, penulis dari Kids Who Laugh: How to Develop Your Child's Sense of Humor (Square One, 2002). "Hal ini merupakan salah satu karakter kepribadian yang paling dicari," katanya lagi. "Dan tanpa ragu lagi, orang tua dapat membantu mengasahnya." Untungnya, ini adalah ketrampilan yang dapat Anda ajarkan dengan penuh kesenangan. Berikut adalah cara untuk menggelitik urat ketawa bayi Anda seiring dengan bertumbuhnya dia.
Sebagaimana yang kita semua ketahui, humor memiliki banyak bentuk – dalam permainan kata, lelucon visual, atau cukup menggunakan kejutan. Akan tetapi sebagian besar ahli setuju bahwa akar dari humor adalah mengambil sesuatu dalam bentuk yang lazim dan secara total membaliknya atau membuatnya di luar kebiasaan.
Itulah sebabnya mengapa bayi yang sangat kecil tidak memiliki rasa humor – mereka masih belajar bagaimana dunia terlihat, terasa dan berbunyi dalam konteks yang biasa, sehingga mereka tidak akan “mengerti” leluconnya ketika sesuatu terjadi di luar kebiasaan. Oleh karenanya, bunyi tawa pertama seorang bayi di usia sekitar empat bulan cenderung merupakan suatu respon terhadap suatu stimulasi. Bergoyang-goyang di atas lutut, misalnya, cenderung mengundang tawa karena hal tersebut menstimulasinya secara fisik.
Akan tetapi, hanya beberapa bulan kemudian, bunyi-bunyi lucu dari suatu mainan akan mengundang senyum atau tawa. Mulai dari 6 bulan, bayi memiliki informasi yang cukup mengenai dunia mereka untuk terkejut – dan merasa senang – pada hal yang tidak terduga. "Bayi merasa senang memproses informasi yang agak baru dan agak sama dengan yang sebelumnya," kata Paul E. McGhee, PhD, seorang psikolog perkembangan dan penulis buku Understanding and Promoting the Development of Children's Humor (Kendall/Hunt, 2002).
Cilukba sekarang menjadi permainan favorit paling lucu, dan hampir semua yang dianggap di luar kebiasaan akan menyebabkan anak-anak tertawa. Adam Perlman suka berpura-pura minum dari gelas hisap hanya untuk melihat reaksi dari anaknya yang berusia satu tahun. "Begitu saya meletakkan gelasnya di mulut saya, Charlie langsung tertawa," kata Randolph, ayah dari lima anak. "Sayalah pelawak favoritnya!" Memahami bahwa papa adalah orang dewasa dan tidak minum dari gelas hisap adalah awal dari rasa humor anak, jelas McGhee.
Sebuah lompatan dalam perkembangan kognitif pada tahun kedua anak Anda memungkinkannya untuk memahami lelucon yang didengar dan visual, papar Kimberly Zimlich, MD, seorang dokter. "Pada usia dua tahun, anak-anak memahami aturan-aturan dan pola-pola sederhana. Oleh karena itu, mereka menyukai humor yang melanggar aturan-aturan tersebut," katanya. Misalnya bila anak Anda yakin bahwa sapi bersuara “muuu,” dia akan menganggapnya sangat lucu apabila Anda mengambil sebuah mainan kucing atau anjing dan mengeluarkan suara “muuu. "
Dengan berkembangnya ketrampilan bahasa, permainan kata menjadi bagian besar dari humor anak-anak batita. Semua yang memiliki rima dianggap lucu bagi Piper Samuels (2,5 tahun). "Dia juga menganggap bernyanyi dengan suara aneh sangat lucu," kata ibunya, Dina.
Rasa humor seorang anak benar-benar terbentuk ketika dia mulai menikmati permainan imajinatif pada usia sekitar 3 tahun. Anak-anak balita senang membuat leluconnya sendiri – memakai sepatu tinggi mama untuk membuat nenek tertawa, menukar akhiran dari lagu kesukaan mereka agar membentuk kata-kata yang tidak bermakna, atau bahkan menceritakan lelucon asal-asalan mereka sendiri (walaupun kadang dengan akhir lelucon yang tidak jelas!).
Ayo, Terus Bersenang-senang
Memiliki rasa humor yang tinggi adalah lebih penting dibandingkan dengan hanya bisa menceritakan lelucon lucu. Ini merupakan kerangka pemikiran yang memungkinkan Anda melihat sisi kehidupan yang lebih enteng. "Humor mengubah realitas untuk membantu kita melewati pengalaman-pengalaman yang membuat stres," kata Tom Cottle, PhD, seorang psikolog. Mengidentifikasi dan menikmati hal-hal lucu dalam hidup ini mempermudah melewati waktu-waktu sulit.
Humor juga memainkan peranan besar dalam kepercayaan diri. “Karena anak-anak dengan rasa humor yang tinggi cenderung lebih populer dan lebih mudah berteman, mereka umumnya merasa lebih baik terhadap dirinya sendiri," jelas McGhee. Dan jangan lupakan kekuatan humor dalam menyembuhkan; seorang anak yang dapat membuat temannya tertawa ketika dia merasa sedih adalah anak yang memahami pentingnya empati dan simpati. Begitu juga seorang anak yang dapat menertawai dirinya sendiri ketika ia membuat kesalahan akan lebih mudah menerima ketidaksempurnaan dan tidak takut berusaha untuk mencoba lagi hal tersebut.
Apa Sih yang Lucu?
Tentu saja, tidak semua komedi patut kita puji. Humor bisa menyakitkan atau kasar, kata Cottle. Dan apa yang menurut suatu kelompok sangat lucu, mungkin dianggap tidak pantas oleh kelompok lain. "Hal ini bisa jadi sangat membingungkan bagi anak-anak," tambahnya, "karena sebagian dari hal-hal yang tidak dapat diterima secara sosial merupakan hal yang lucu."
Untuk batita, humor seperti ini biasanya berkisar seputar kamar mandi. "Di sekitar waktunya belajar menggunakan toilet, anak-anak menjadi terobsesi dengan tubuh mereka, fungsinya dan apa yang keluar darinya," jelas Timothy Jay, PhD, seorang profesor psikologi di Massachusetts College of Liberal Arts, dan penulis buku What to Do When Your Kids Talk Dirty (Resource, 1997).
Terobsesi dengan pup dan pipis merupakan cara yang normal bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan dalam mengelola fungsi-fungsi tubuhnya; memperoleh kontrol semacam itu bisa menjadi hal yang menakutkan bagi bayi. Para ahli menyarankan untuk santai saja dalam menghadapi hal ini. Memberikan reaksi berlebihan terhadap lelucon kamar mandi ini bisa jadi malah menguatkan kesan bahwa hal itu adalah tabu, yang hanya akan menambah kelucuannya bagi batita Anda; mereka hidup untuk melihat reaksi mama atau papa. "Humor kamar mandi adalah cara anak-anak untuk menguji batasan-batasan penerimaan sosial," kata Franzini. "Bagi orang tua, kuncinya adalah untuk menetapkan batasan yang tepat tanpa membesar-besarkan situasi ini."
Jadi bila anak Anda mencoba hal-hal seperti memelorotkan celananya di supermarket atau berteriak “Pup!” di depan umum setiap ada kesempatan, Jay menyarankan untuk menggunakan strategi berikut: "Cukup katakan, 'Kita tidak menggunakan humor kamar mandi di sini,' atau 'Ya, yang barusan memang lucu, tapi sekali saja cukup,' kemudian cobalah untuk mengalihkan perhatian anak Anda."
Humor yang Baik
Ada alasan yang bagus mengapa seluruh keluarga perlu tertawa. Penelitian menunjukkan bahwa tawa menurunkan tekanan darah, memperbaiki sirkulasi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Kunci untuk menanamkan rasa humor pada anak-anak kita adalah dengan menjadi contoh yang baik. Tertawakanlah diri Anda ketika Anda menumpahkan susu dan sampaikan pada mereka bahwa tidak apa-apa berbuat kesalahan. Doronglah anak Anda untuk menceritakan pengalaman lucu dan prioritaskan untuk melakukan sesuatu yang lucu setiap hari, saran Franzini.
Hal-hal sederhana seperti membuat roti lapis atau memasang topi baseball ke kepala anjing peliharaan memperkuat ide bahwa humor membuat hidup jauh lebih mengasyikkan. Bonus tambahan: Hal ini menumbuhkan cara berpikir kreatif. "Sebagian dari kekuatan humor adalah bahwa dia menumbuhkan kebiasaan untuk melihat hal-hal dari sudut pandang yang tidak biasa," kata McGhee. Sebagai hasilnya, anak Anda akan lebih siap untuk memecahkan masalah dan melihat sudut pandang orang lain – suatu ketrampilan yang akan sangat berguna baginya di masa depan.
Oleh karena itu, doronglah anak Anda untuk membuat kelucuan dengan mainannya atau mengubah wadah Tupperware Anda menjadi sebuah topi. Dengan menciptakan waktu dan tempat dimana anak kita dapat bebas berbuat kelucuan, kita memungkinkan mereka untuk menjadi manusia cilik yang lucu sebagaimana mereka sebenarnya.
Bagaimana Membuat Bayi Tertawa
Berikut adalah beberapa cara untuk membuat mereka tertawa.
Baru Lahir sampai 1 Tahun
- Mainkan "This Little Piggy" dengan gelitikan pelan.
- Katakan "Ah-ha!" dengan suara dan mimik lucu setiap kali bayi Anda secara sengaja menjatuhkan sesuatu.
- Bermainlah cilukba dan ganti mimik muka Anda setiap kali Anda menunjukkan muka Anda.
1 sampai 2 Tahun
- Mainkan "kejar/cium": Kejarlah bayi dengan merangkak ("Aku akan mengejarmu!") dan hadiahi setiap tangkapan dengan peluk cium.
- Tunjukkan mimik lucu dan doronglah anak Anda untuk meniru Anda.
- Menyanyilah dan berbicara dalam rima.
2 sampai 4 Tahun
- Kacaukan lagu-lagu lama dengan refrain yang lucu-lucu.
- Bermainlah dengan pakaian: Doronglah anak Anda untuk memakai baju Anda dan berpura-puralah memakai pakaiannya.
- Bersenang-senanglah dengan makanan: Buatlah bentuk muka tersenyum dengan Cheerios.
Oleh Emily Perlman Abedon, ibu dari empat anak, dan penulis yang bermukim di Charleston, South Carolina. Aslinya diterbitkan di American Baby magazine, Oktober 2004. Artikel ini dipersembahkan oleh:
