Pemberian susu formula berarti memberikan bayi Anda susu formula dengan menggunakan botol. Susu formula adalah susu sapi yang telah diproses untuk membuatnya lebih mudah dicerna oleh bayi yang baru lahir. Susu formula adalah untuk bayi yang tidak memperoleh ASI atau sebagai tambahan bagi ASI. Bagi sebagian wanita, walaupun mereka gigih menyusui bayi mereka secara eksklusif, karena satu dan lain hal, ada kalanya lebih baik bagi mereka dan bayi mereka untuk pindah ke botol. Ini bisa menjadi keputusan yang sulit bagi ibu, terutama yang sudah yakin akan menyusui bayi baru mereka. Mintalah bimbingan dari bidan atau dokter setempat. Bila Anda sedang berusaha membiasakan menyusui, telah diketahui bahwa penggunaan botol dan empeng dapat mengganggu proses ini. Hal ini bisa mengurangi kapasitas hisap bayi dan stimulasi bagi payudara. Hal ini bisa menyebabkan tertundanya laktasi dan tidak terbentuknya pola menyusui yang baik.
Yang perlu Anda ketahui
- Bayi yang tidak menyusui hanya boleh diberi susu formula – susu sapi biasa tidak cocok bagi bayi.
- Menjaga kebersihan peralatan makan sangatlah penting dengan sterilisasi setiap habis dipakai. Hal ini karena bayi yang memperoleh susu formula tidak memperoleh perlindungan yang sama terhadap infeksi dengan bayi yang menyusui.
- Pemberian susu formula atau ASI perah melalui botol memberikan keleluasaan untuk mama ketika kembali bekerja.
- Apapun cara yang Anda pilih untuk memberi makan anak Anda, Anda berdua akan menikmati saat-saat berdua. Peluklah bayi Anda dengan erat ketika Anda memberinya susu botol, dan nikmatilah.
Pedoman Memberikan Susu Botol
Anda dapat memberi bayi Anda susu botol sejak awal, atau berpindah ke susu botol setelah menyusui.
Apa yang Anda perlukan
Bila Anda berencana untuk memberikan susu botol secara menyeluruh, Anda membutuhkan:
- Peralatan sterilisasi
- Paling tidak enam botol dan dotnya
- Wadah pencampur.
- Penghangat botol (bila diinginkan).
Bila pemberian susu botol hanya sekali-sekali, satu atau dua botol dengan dotnya sudah cukup. Anda tidak perlu membeli seluruh peralatan sterilisasi.
Persiapan:
Buatlah susu untuk bayi Anda sesuai dengan instruksi di kemasan. Hal-hal yang penting untuk Anda ingat:
- Sebaiknya didihkan air selama 5 menit dan biarkan mendingin.
- Selalu masukkan air mendidih terlebih dulu ke wadah pencampur atau botol sebelum memasukkan susu bubuk.
- Selalu masukkan susu dalam jumlah yang benar, karena membuat larutan susu yang terlalu encer atau terlalu kental bisa berbahaya. JANGAN memadatkan susu formula ke dalam sendok takaran. Ratakan susu di sendok takaran dengan menggunakan pisau. Ikuti petunjuk di kemasan.
- Anda bisa membeli susu kering dalam kantong yang telah ditakar untuk memastikan ukuran yang benar. Susu formula yang bisa langsung diberikan bahkan lebih memudahkan lagi, walaupun harganya memang lebih mahal.
- Simpan susu formula yang telah dibuat di dalam kulkas dan jangan disimpan lebih dari 24 jam.
- Jangan melakukan penambahan apapun ke dalam botol bayi seperti bubuk sereal, madu, gula, dll.
Penting:
Memanaskan botol formula di dalam oven microwave TIDAK dianjurkan. Panasnya tidak selalu rata, dan bisa menyebabkan ada titik-titik yang terlalu panas di dalam botol.
Ketika Anda memberi susu botol:
- Peluklah bayi Anda dengan erat, pastikan dot selalu terisi air susu (untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan).
- Sekali-sekali Anda perlu menarik dot dari mulut bayi karena sisi-sisinya lengket dan mengurangi aliran susu.
- Menggelinjang, menangis dan mendorong dot ke luar dengan lidahnya berarti bayi Anda perlu duduk untuk menghilangkan angin.
- Jangan tinggalkan bayi Anda ketika dia sedang minum dari botol.
- Bila bayi Anda hanya minum dari botol atau hampir selalu minum dari botol, mungkin lebih mudah bagi Anda untuk membuat larutan susu yang dibutuhkan dalam 24 jam ke depan dan menyimpan botol-botolnya di dalam kulkas. Beberapa bayi bisa minum langsung dari kulkas, tapi sebagian besar mama merasa bahwa lebih baik memberikan botol yang telah dihangatkan di dalam air hangat, atau menggunakan penghangat botol listrik.
Catatan: uji suhu susu formula dengan meneteskan satu atau dua tetes di pergelangan tangan atau di bagian belakang telapak tangan. Suhunya harus lebih kurang sama dengan suhu kulit Anda.
Bila Anda harus berpindah dari menyusui ke susu botol, lakukanlah secara perlahan-lahan, kecuali Anda melakukannya di beberapa hari pertama. Perubahan yang tiba-tiba akan menyebabkan terjadinya penumpukan ASI di payudara yang akan menyebabkan masalah seperti mastitis. Bila Anda merasa timbul mastitis, hubungi dokter Anda segera. Pengobatan segera sangatlah penting.