Membiasakan makan sehat
Apa yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang menjadi bayi yang bersemangat dan balita yang sehat dan aktif? Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sampai dia berusia 6 bulan itu cukup gampang: beri mereka ASI (idealnya) atau susu formula. Tapi di usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi melebihi apa yang bisa diperolehnya dari susu, dan inilah sebabnya mengapa kita mulai memberikan makanan pendamping atau makanan padat. ASI atau susu formula masih tetap memenuhi bagian terbesar dari kebutuhan nutrisi mereka sampai mereka berusia setidaknya 12 bulan.
Makanan apa diberikan kapan?
Penting untuk mulai memberikan makanan padat pada si kecil di usia sekitar 6 bulan. Jangan terlalu cepat, karena bayi masih mengembangkan sistem pencernaannya dan memulai pemberian makanan padat terlalu awal juga mempengaruhi keseimbangan nutrisi dan alergi. Tapi Anda juga tidak boleh menunggu terlalu lama.
Banyak orang tua yang menanyakan "Makanan apa yang harus saya berikan pada bayi saya?" Di masa lalu, biasanya disarankan untuk mengikuti jadwal yang cukup ketat dalam mengenalkan makanan padat di usia tertentu. Walaupun masih ada beberapa pedoman usia dalam mengenalkan makanan tertentu, seperti susu sapi dari usia 12 bulan, saat ini kerangka waktu untuk makanan diarahkan oleh bayi itu sendiri. Ini sebabnya mengapa banyak pedoman yang lebih fleksibel dan berbeda satu sama lain.
Prinsip-prinsip mengenai nutrisi bayi
Memberi makan bayi tidak hanya berhubungan dengan nutrisi, tapi juga tentang membentuk kebiasaan makan yang sehat. Dan walaupun saya bisa membuat Anda bosan dengan detil-detil mengenai karbohidrat, protein, lemak dan vitamin dan mineral, pada tahap awal ini lebih relevan dan membantu untuk mengingat prinsip dan pedoman makan penting – seperti VARIASI!
Di bagian akhir artikel ini, Anda bisa menemukan pedoman dari pemerintah mengenai makan sehat untuk anak, dan variasi merupakan hal yang sangat penting.
Aturan dan prinsip yang penting bagi makanan yang baik
Tiga prinsip dasar makanan yang baik – untuk Anda dan bayi – adalah variasi, kelengkapan dan makanan yang tidak diolah. Aturan ini memastikan bahwa makanan cukup gizi dan dapat diberikan untuk semua kelompok usia. Aturan ini tidak jauh berbeda dengan aturan para orang tua jaman dulu.
Variasi membuat hidup lebih menyenangkan
Variasi dalam makanan berarti makan beragam kelompok makanan tapi dia juga berarti variasi di dalam satu kelompok makanan. Dengan banyak ragam makanan dalam suatu kelompok makanan yang dimakan bayi Anda, Anda dapat meningkatkan jumlah nutrien yang dimakan olehnya; misalnya, dua jenis buah dalam satu hari. Suatu cara yang baik dan mudah untuk memberikan variasi adalah dengan memeriksa ragam warna makanan; misalnya, buah-buahan merah dan berry (sumber yang kaya vitamin C), sayuran hijau dan kuning (kadar vitamin A tinggi), roti wholegrain dan roti wholewheat (tinggi kadar seng (Zn)), daging putih (memberikan protein dan zat besi), susu dan produk susu (untuk kalsium dan riboflavin) dan selanjutnya.
Pilihlah dari berbagai sumber setiap harinya. Makanan yang tidak mengandung salah satu atau lebih dari satu kelompok makanan dapat meningkatkan resiko terkena banyak penyakit, tapi ingat bahwa makan tidak harus mengandung semua kelompok makanan di setiap waktu makan. Memakan sedikit dari semua jenis makanan bisa mengurangi paparan terhadap komponen makanan yang bermasalah dan tidak diinginkan, dan bisa mengurangi resiko adanya reaksi.
Sekarang setelah Anda mengerti mengenai variasi, jangan berhenti di sini! Teruskan dengan mengenalkan makanan-makanan baru secara teratur kepada si kecil di sepanjang hidup mereka.
Kelengkapan itu baik
Pilihlah makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang lengkap; contohnya, roti wholegrain mengandung gizi yang dikandung oleh keseluruhan biji-bijian; begitu juga dengan minuman kedelai yang terbuat dari seluruh bagian dari kacang kedelai. Makanan yang baik harus mengutamakan makanan yang lengkap dan sedapat mungkin menyerupai bentuk asalnya. Dengan ini makanan Anda kaya akan nutrisi yang penting dan juga kemungkinan kontaminasi bisa ditekan. Alam telah mengemas makanan yang tersedia dengan baik. Mengapa kita harus mengolahnya dan kemudian menambahkan lagi “zat-zat” yang hilang dalam proses pengolahan itu?
Makanan yang tidak diolah
Idealnya, menu makanan anak tidak terlalu bergantung pada makanan olahan seperti makanan yang siap masak, makanan cepat saji, daging olahan (sosis dan salami), biskuit, kue, coklat, biskuit gurih dan kerupuk dan lain-lainnya. Aturan umumnya, semakin sedikit suatu jenis makanan diolah, semakin besar kandungan nutriennya. Selain itu, semakin sedikit makanan diolah, semakin sedikit pula pengawet, pewarna, perasa dan zat tambahan lain yang dikandungnya. Akan tetapi, dengan majunya teknik-teknik pengolahan makanan yang digunakan saat ini, semakin banyak juga produk beku dan produk olahan yang mengandung gizi yang cukup.
Seberapa banyak bayi harus makan?
Lagi, masalah berapa banyak bayi harus makan (atau minum) bergantung pada si kecil sendiri dan apa yang terjadi di sekelilingnya. Walaupun ada pedoman mengenai seberapa banyak bayi harus makan, mereka tetap hanya sebuah PEDOMAN. Jangan terlalu terpaku pada angka-angka; pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda adalah pedoman terbaik. Bayi harus tumbuh dengan cukup konsisten, demikian juga dengan buang air kecil dan besarnya.
Apa yang dapat mempengaruhi bayi makan?
Ada banyak alasan mengapa bayi tidak mau makan makanan padat atau mau mulai makan makanan padat, tapi kemudian menolaknya. Di bawah ini adalah beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya:
- Ketika bayi mulai tumbuh gigi. Jangan putus asa bila mereka tampak kehilangan minat di tahap ini; kemungkinan hal ini hanya bersifat sementara.
- Ketika bayi sudah mulai bisa berpindah tempat, mereka terkadang kehilangan minat pada makanan untuk sementara waktu karena kemampuan bergerak yang baru ini lebih menarik hati mereka. Masa-masa ini akan berlalu dan mereka akan kembali seperti semula.
- Bisa dibutuhkan sampai 10 kali mencoba sampai bayi mau makan sesuatu yang baru; dalam hal ini, kegigihan sangatlah penting! Jangan campur-baurkan antara penolakan dan rasa tidak suka.
- Bayi yang lelah biasanya tidak kepingin makan makanan padat; semangatnya telah hilang. Sebaiknya hindari memberi makan bayi yang sedang lelah dan mudah kesal. Cari kemungkinan berhasil yang paling besar.
Beberapa tip lain mengenai nutrisi yang baik untuk bayi
ASI/susu formula dulu
Berikan bayi ASI atau susu formula sebelum makanan padat untuk memastikan mereka memperoleh semua nutrien penitng dan faktor kesehatan sebelum memberikan makanan padat yang mengenyangkan. Hal ini juga akan mengurangi kemungkinan bayi marah-marah karena lapar sebelum Anda mencoba, dan memberikan suasana yang santai dan positif. Di sekitar 9 bulan, urutan ini biasanya berubah, dan makanan padat yang didahulukan.
Dari makanan cair ke bubur halus ke bubur kasar
Bayi akan berpindah dari makanan yang cair dan konsisten rasa dan teksturnya, sehingga dia harus beradaptasi dengan pengalaman yang sama sekali baru. Makanan lebih kental dan kasar, dengan rasa, tekstur dan warna yang bervariasi. Pastikan agar makanan dimasak atau dihaluskan (dengan tangan, blender atau peralatan pengolahan makan bayi) menjadi bubur yang agak cair menyerupai yoghurt encer (ASI atau susu formula bisa digunakan untuk mengencerkan makanan). Untuk melihat apakah ada reaksi, kenalkan makanan hanya sekali dalam 3–5 hari.
Mulailah sebagaimana Anda ingin si kecil terbiasa
Pada awalnya bayi hanya akan makan dalam jumlah yang sangat sedikit – mungkin sekitar satu sendok teh – jadi kualitas makanannya sangatlah penting. Berikan bayi makanan yang berkualitas, kaya nutrien dan bebas zat aditif. Hal ini tetap berlaku bahkan untuk balita yang memiliki selera makan yang lebih besar tapi perutnya masih relatif kecil.
Ingatlah bahwa begitu bayi menjadi lebih independen, yang penting adalah makanan yang diberikan karena kita tidak memiliki kontrol akan apa yang dimakannya. Tetaplah gigih dan konsisten, jangan cerewet dan jadilah panutan yang baik.
Jangan melewatkan saat makan
Dengan kesibukan yang kita miliki saat ini, sangat mudah bagi bayi untuk melewatkan saat makan atau ngemil. Tapi cobalah sekuat tenaga untuk tidak jatuh pada perangkap ini. Masuknya nutrien secara teratur sepanjang hari akan memastikan si kecil memiliki cukup energi dan bahan pembangun untuk otak dan tubuhnya yang sedang berkembang. Melewatkan waktu makan atau bahkan hanya terlambat 10 menit bisa menyebabkan bayi atau anak Anda marah-marah.
Catatan khusus mengenai zat besi
Di sekitar 6 bulan, simpanan zat besi bayi Anda yang dibawanya sejak lahir mulai berkurang. Bayi Anda membutuhkan sumber zat besi untuk perkembangan dan pertumbuhan yang sehat. Inilah sebabnya mengapa sereal bayi yang diperkaya dengan zat besi disarankan sejak 6 bulan.
Berantakan tapi asyik
Makan harus selalu menjadi pengalaman yang positif. Mendorong bayi untuk menikmati makan bisa berarti membiarkan bayi merasakan makanan, mencampur-campurnya di mejanya, sebagian malahan ‘memakainya’: seperti anak saya yang memasang tanduk dari bit di kedua sisi kepalanya.
Dengan mengenalkan saat makan sebagai saat yang mengasyikkan, keadaan yang berantakan sudah merupakan hal yang akan terjadi. Dudukkan bayi di tempat yang nyaman dan mudah dibersihkan seperti kursi tinggi (atau sejenisnya), dengan celemek makan (Saya suka menyamakan warna celemek dengan warna makanan untuk menyamarkan noda yang sulit hilang). Meletakkan lap basah atau tisu basah bayi di dekat area makan akan memudahkan kita.
Jangan terburu-buru
Kenalkan makanan baru satu per satu, yang dicoba selama 3 – 5 hari. Jadi bila anak memberikan reaksi terhadap makanan, mudah untuk menentukan sebabnya.
Bayi juga memiliki kepribadian
Bayi memiliki tubuh, kepribadian, minat, kemampuan, ketrampilan dan tingkat toleransi yang berbeda. Beberapa bayi akan segera bisa menggunakan sendok, sementara yang lain membutuhkan latihan berkali-kali/berhari-hari. Beberapa bayi akan segera naik kelas dari disuapi menjadi menyuap sendiri.
Hangat, panas atau dingin?
Sebagian bayi memilih makanan dengan suhu kamar, walaupun sebagian memilih yang agak lebih hangat, misalnya seperti suhu tubuh (contohnya memberi ASI langsung dari payudara). Tempatkan mangkuk bayi di dalam semangkuk air panas untuk menghangatkannya sampai suhu yang diinginkan. Berhati-hatilah ketika menggunakan oven microwave karena bisa memanaskan makanan dengan tidak rata – bila bayi tiba-tiba mendapatkan bagian makanan yang terlalu panas dia bisa takut dan hal ini bisa membakar mulut bayi yang lembut.
Minuman apa yang harus diminum bayi yang telah makan makanan padat?
Ginjal bayi belum semahir ginjal orang dewasa dalam mengolah produk buangan dari pencernaan makanan. Ketika bayi mulai makan makanan padat, penting untuk memantau jumlah air yang diminum si kecil, terutama untuk saat minum yang diganti menjadi saat makan. Air adalah yang terbaik, cairan lain seperti jus dan sirup tidaklah perlu. Anak-anak kecil belum mengetahui rasa haus, sehingga Anda perlu memberikan minuman pada si kecil secara teratur sepanjang hari. Pastikan agar botol dan cangkir minum diletakkan di tempat yang mudah terlihat dan mudah dicapai oleh balita dan seringlah memeriksa jumlahnya.
Bagaimana dengan jus buah?
Biasanya orang tua memberikan jus buah kepada anak untuk membantu mereka memperoleh vitamin C. Walaupun susu, jus buah dan air adalah tiga cairan yang paling populer bagi anak di bawah usia 1 tahun, air merupakan yang paling baik. Jus buah tidak memberikan manfaat nutrisi khusus bagi bayi (dan tidak boleh diberikan pada bayi di bawah usia 6 bulan) dibandingkan dengan ASI atau susu formula. Walaupun minum jus buah dalam jumlah yang wajar tidak apa-apa, minum berlebihan bisa menyebabkan sakit lambung, pup yang cair dan bisa mengganggu selera makan anak dan dalam kasus-kasus tertentu perkembangan fisik mereka. Pedoman makan yang baik menyarankan agar anak:
- Tidak diberikan jus buah sebelum mencapai usia 6 bulan.
- Tidak diberikan jus di botol atau wadah lain yang mudah dituang, sehingga anak akan terpaksa menghabiskan jusnya sepanjang hari.
- Tidak diberikan jus sebelum tidur.
Kapan susu sapi bisa diberikan?
Umumnya, yang terbaik adalah tidak mengenalkan susu sapi sebagai minuman sampai bayi berusia 1 tahun untuk mengurangi resiko alergi atau tergantinya ASI, formula atau makanan padat.
Di usia berapa kita harus mengganti susu menjadi susu rendah lemak?
Produk rendah lemak tidak disarankan untuk anak kecil. Di sekitar usia dua tahun, si kecil bisa minum susu rendah lemak yang diminum oleh anggota keluarga lainnya, walaupun tidak ada keharusan untuk menggunakannya bagi balita, terutama bila mereka memperoleh kebutuhan nutrisi mereka dari berbagai jenis makanan. Ingatlah untuk memperhatikan jenis lemaknya karena tidak semua jenis lemak buruk akibatnya, bahkan lemak jenuh dalam jumlah yang tepat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Alternatif bagi susu sapi
Kita tahu bahwa susu formula atau ASI menyediakan sebagian besar kebutuhan nutrisi bagi bayi di bawah usia satu tahun. Oleh karena, pada tahap ini susu tidak disarankan sebagai pengganti ASI atau susu formula, tapi sejumlah kecil boleh diberikan dan bisa memberikan variasi untuk bayi, misalnya sebagai minuman tambahan atau dalam masakan atau untuk sereal. Tawarkan pada bayi setelah waktu makan, sehingga bayi tidak kenyang karenanya.
Alternatif susu merupakan pilihan di tahun pertama; banyak yang diperkaya dengan kalsium untuk memenuhi kekurangan yang ada (umumnya, untuk jumlah 100ml, kalsium harus berjumlah 100mg, McVeagh dan Reed, 2001). Minuman jenis ini juga memberikan variasi cairan dan nutrien dan bisa bermanfaat bagi anak-anak yang tidak bisa mencerna laktosa atau mempunyai alergi dan kepekaan lainnya.
Alternatif susu termasuk:
- Kedelai, banyak yang sekarang sudah diperkaya dengan kalsium (pilih yang terbuat dari biji kedelai utuh)
- Kacang, seperti susu almond (tinggi kadar lemak dan kalsiumnya)
- Oat (memiliki glycaemic index rendah dan terkenal baik untuk sistem syaraf)
- Beras (biasanya cukup manis)
Makanan bayi buatan sendiri vs. kemasan
Tidak banyak yang bisa menolak bahwa makanan bayi dalam kemasan sangatlah memudahkan, bersih dan semakin lama semakin baik kadar gizinya. Akan tetapi, kita harus selektif dalam memilih makanan bayi dalam kemasan, hanya menggunakannya sekali-sekali dan memastikan bahwa mereka sesuai dengan usia anak, mengandung komponen yang berkualitas, hanya mengandung zat aditif atau pengawet dalam jumlah sedikit atau tidak sama sekali dan tidak mengandung garam atau gula (walaupun dalam bentuk jus buah).
Hindari memberi bayi Anda hanya makanan bayi dalam kemasan. Hal ini bisa menimbulkan masalah seperti:
- Berkurangnya variasi rasa, nutrien dan tekstur: bayi yang makan makanan buatan sendiri cenderung memperoleh variasi rasa, makanan, nutrien dan tekstur yang lebih banyak.
- Paparan terhadap pemanis tersembunyi: Jus buah atau susu skim seringkali digunakan sebagai pemanis suatu produk (bahkan yang diberi label ‘no added sugar’). Inilah sebabnya sebagian bayi pada akhirnya sangat suka pada makanan bayi dalam kemasan.
- Kesukaan pada tekstur yang lebih lembut dan halus: Karena alasan keamanan, pembuat makanan bayi dalam kemasan biasanya memproduksi makanan yang teksturnya lebih lembut dan halus daripada makanan yang dibuat di rumah. Ketergantungan pada makanan lembut yang terlalu lama bisa memperlambat kemajuan makan. Makanan yang teksturnya makin kasar bisa diberikan di usia sekitar 7 bulan, sampai akhirnya memberikan makanan cemilan di sekitar usia 9 bulan. Makanan yang kasar adalah yang terbaik untuk perkembangan yang normal (termasuk bicara), pertumbuhan dan pembentukan gigi. Makanan kasar juga penting untuk mencegah kesulitan makan di kemudian hari.
- Bingung mengenai kuantitas: Kuantitas bisa membingungkan: penggunaan botol bisa memberikan kesan bahwa itu adalah ukuran yang ideal untuk semua bayi dan membingungkan bagi orang tua, apakah bayinya harus menghabiskan satu botol atau apakah harus menambahnya bila bayi telah bisa menghabiskan satu (atau dua) botol.
- Pilihan yang ada tergantung kesukaan orang dewasa: Pemasaran makanan bayi terkadang ditujukan pada kita, dengan istilah-istilah seperti ‘makan malam’ atau ‘makanan pencuci mulut’, yang mencerminkan pola makan kita. Sedapat mungkin kombinasikan semuanya dan biarkan kebiasaan terbentuk nanti.
Strategi untuk menggunakan makanan bayi dalam kemasan
Pastikan Anda menggunakan makanan yang dimasak sendiri ketika memulai pemberian makanan padat; bahkan sebenarnya, makanan buatan sendiri harus selalu digunakan. Gunakan makanan dalam kemasan hanya ketika terdapat kesulitan menyiapkan makanan sendiri, seperti ketika Anda sedang bepergian atau sedang terlambat. Terkadang makanan bayi dapat digunakan sebagai saus yang bisa cepat mudah digunakan untuk makanan lain seperti pasta atau nasi bila saus yang dimakan anggota keluarga lainnya tidak bisa dimakan bayi (misalnya ketika papa masak saus kari pedas kesukaannya).
Makanan yang tidak cocok untuk bayi dan balita
Berikut adalah pedoman mengenai makanan yang harus dihindari dan untuk berapa lama:
- Madu tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah 12 bulan karena tingginya kadar gula sederhana dan spora bakteri yang bisa menyebabkan sakit (Clostridium botulinum). Walaupun bakteri ini tidak berbahaya bagi orang dewasa, pada anak-anak di bawah usia satu tahun bisa menyebabkan sembelit, perubahan selera makan, tidak bergairah dan bahkan perubahan dalam menghisap, yang menyebabkan dehidrasi dan pneumonia. Madu Australian relatif lebih aman, karena hanya beberapa kasus yang pernah dilaporkan, tapi lebih baik kita berhati-hati.
- Teh mengandung tannin yang mempunyai efek kuat mengeringkan simpanan cairan tubuh sehingga mengurangi penyerapan zat besi.
- Kacang-kacangan tidak boleh diberikan kepada bayi karena resiko masuk ke hidung dan kemungkinan alergi. Pasta kacang lebih baik digunakan saat mengenalkan kacang-kacangan. Pasta dapat lebih aman diberikan; tetapi, hindari mengenalkan kacang di tahun pertama, dan tiga tahun pertama bila keluarga memiliki sejarah alergi.
- Makanan yang kecil dan keras harus dihindari karena memberika resiko tersedak, misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, popcorn dan anggur utuh.
- Bayam, yang mengandung asam oksalat, juga bisa menjadi masalah sampai akhir tahun pertama.
- Produk wholegrain tidak cocok bagi bayi karena biji-bijian yang terkandung, walaupun roti wholemeal ringan tidak apa-apa.
- Kedelai, susu sapi, susu kambing, susu almond atau susu oat bukanlah pengganti susu formula, walaupun boleh untuk memasak atau minuman selingan mulai usia 10 bulan. Cairan alternatif sebagai minuman boleh diberikan setelah usia 1 tahun.
- Produk rendah lemak atau yang lemaknya telah dikurangi tidak cocok untuk anak di bawah usia 2 tahun karena mereka tidak memenuhi kebutuhan energi anak.
- Minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, kola, minuman berkarbon atau minuman dengan Guarana tidak cocok untuk anak-anak.
- Gula dan garam tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan untuk anak-anak; termasuk sereal sarapan, bubur dan makanan yang dipanggang. Bacalah label dengan baik untuk melihat apakah ada zat-zat ini sebagai tambahan.
- Jus buah tidak disarankan (kecuali diencerkan) karena ada resiko rusaknya gigi dan diare (terutama jus apel).
- Minuman berkarbonasi atau minuman ringan mengandung banyak gula dan sebagian mengandung pemanis buatan; tidak ada yang memberikan manfaat gizi apapun.
- Hindari penggunaan margarine; mentega adalah pilihan yang jauh lebih baik, dilihat dari kandungan gizinya. Kekhawatiran orang dewasa mengenai komposisi lemak dalam mentega tidaklah relevan bagi anak kecil. Pilihan lain yang juga baik adalah alpukat atau selai kacang.
Catatan akhir
Ingatlah, pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah indikator yang penting untuk mengetahui bagaimana bayi Anda. Komentar dan nasehat dari teman dan keluarga terkadang bisa membuat bahkan ibu yang paling percaya diri sekalipun mempertanyakan kemampuannya, tapi yakinlah untuk membaca tanda-tanda dari yang paling mengetahuinya: bayi Anda!
Informasi ini dipersembahkan oleh Leanne Cooper dari Cadence Health. Leanne adalah seorang ahli gizi berkualifikasi dan ibu dari dua anak laki-laki yang sangat aktif.
What do I Feed My Baby
eBook oleh Leanne Cooper
Memandu Anda dan bayi Anda dalam pemberian makanan padat.