Apakah ini merupakan awal dari sulit makan?
Sangatlah penting untuk tidak mencampur-adukkan penolakan terhadap makanan dengan ketidaksukaan terhadap makanan. Ada banyak alasan mengapa bayi menolak makanan; seringkali bukan karena dia tidak suka. Informasi di bawah ini dirancang untuk menjawab pertanyaan mengenai mengapa bayi menolak makanan. Sulit makan pada batita dan usia prasekolah dimana anak menolak makan makanan tertentu seperti sayuran adalah tahap yang lazim terjadi yang seringkali akan hilang ketika mereka bertambah besar.
Memulai dan meningkat dari pengenalan makanan pendamping bisa jadi saat yang menyenangkan (terkadang juga lucu), membuat frustrasi, membingungkan, mengasyikkan, bermanfaat dan terkadang menakutkan. Tapi ini juga merupakan aspek penting dalam mengembangkan kemampuan anak dalam makan sehat dan bersosialisasi, yang akan bermanfaat baginya sepanjang hidupnya. Peran Anda besar, tapi jangan abaikan kemampuan seorang bayi!
Mengapa bayi menolak makanan tertentu?
Ada banyak kemungkinan mengapa bayi menolak makanan tertentu. Penampilan, bau, tekstur makanan di mulut dan tentu saja rasa – salah satu dari faktor-faktor ini bisa membuatnya tidak mau makan. Sebab-sebab lain termasuk rasa mual, tumbuh gigi dan masalah mekanis yang terkait dengan mengunyah, memindahkan makanan di dalam mulut dan menelan. Sebabnya bisa beragam.
Pada dasarnya, bayi lebih memilih makanan yang manis dan asin. Sebaiknya hindari memberikan makanan yang manis seperti buah-buahan, sebelum makanan yang lebih pahit seperti sayuran. Kami sarankan untuk memberikan berbagai rupa sayuran sedapat mungkin setiap hari. Mulailah memberi buah-buahan begitu bayi sudah makan bermacam-macam sayuran.
Banyak orang tua yang bercerita bahwa anak mereka rewel mengenai tekstur makanan, yang sering terjadi bila anak terlalu lama diberi makanan yang bertekstur lembut ketika bayi. Tampaknya, kemajuan dari makan makanan lembut ke makanan yang kasar, bertekstur dan bergumpal sangatlah penting untuk kebiasaan makan nantinya.
Mengapa bayi saya tidak suka makanan padat?
Angka berarti sangat banyak bagi sebagian besar dari kita; berapa berat si kecil, di persentil manakah dia berada, berapa usianya, kapan Anda mulai dan seterusnya. Walaupun kita tahu bahwa sekitar 6 bulan adalah waktu yang ideal untuk bayi memulai makan makanan padat, sebagian bayi tidak peduli. Tidak apa-apa. Berpindah dari makanan cair ke makanan yang bertekstur tidak selalu mudah. Di samping rasa dan tekstur yang aneh yang oleh mama diyakini akan disukai bayi, bayi juga harus belajar untuk memindah-mindahkan makanan itu di dalam mulut dan mencoba menelannya. Bayi perlu mengembangkan mekanisme di dalam mulut mereka untuk beradaptasi dengan makanan padat.
Jadi bila bayi Anda tampak tidak bisa menelan atau tidak tertarik pada makanan padat yang telah Anda buat dengan penuh cinta, tidak apa-apa. Anda bisa mencoba jaring makan bayi (masukkan sedikit alpukat atau pisang) yang juga baik untuk bayi yang sedang tumbuh gigi, atau biarkan bayi menghisap makanan dari sendok bila dia belum mau disuapi dengan sendok. Cobalah makanan yang berbeda seperti ubi jalar, tapi tetap ingat bahwa untuk buah-buahan, bayi lebih memilih makanan yang manis dan asin. Juga, tidak ada salahnya untuk mencoba lagi beberapa hari kemudian.
Bila keadaan tidak membaik dan dan bayi sudah berumur sekitar 7 bulan, mintalah saran dari tenaga kesehatan profesional.
Memulai dengan baik
Konsistensi adalah aspek terpenting dalam mengasuh anak. Ketika mengenalkan makanan baru, cobalah untuk memastikan bahwa makanan diberikan di tempat yang dikenalnya, dan sebaliknya, makanan yang telah disukainya diberikan saat dia berada di situasi baru. Jadi ketika Anda sedang makan di luar, bawalah makanan kesukaan bayi, jangan mengenalkan makanan baru.
Jangan campur-adukkan penolakan dengan ketidaksukaan, dan penting untuk tetap gigih. Bila makanan ditolak, cobalah lagi (bisa sampai 10—15 kali untuk beberapa kasus). Ada banyak alasan mengapa bayi tidak menerima makanan ketika pertama kali dikenalkan dan membiarkan mereka mencoba lagi di lain waktu (tanpa meributkannya) adalah cara yang bisa digunakan untuk memperbaiki hasilnya. Anda bisa membekukan makanan dan mengambilnya sedikit-sedikit untuk dicobakan selama beberapa hari atau minggu untuk menghemat waktu dan biaya.
Juga ingatlah bahwa bayi bisa makan dalam jumlah yang berbeda di tiap waktu makan. Terkadang ini disebabkan oleh kandungan energi dari makanan tertentu yang mengenyangkan mereka. Juga kadang bayi akan melahap makanan yang disajikan hari ini, dan menolaknya keesokan harinya. Walaupun hal ini membingungkan, hal ini cukup wajar.
Bagaimana bayi belajar makan
Pemahaman kita mengenai apa yang bisa dimakan bayi dan kapan tidak hanya didasarkan pada perkembangan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh mereka, tapi juga perkembangan oral-motorik mereka. World Health Organisation mendefinisikan empat fase dalam pengenalan ‘makanan pendamping’ yang didasarkan pada perkembangan motorik bayi:
- Tahap satu adalah membiasakan bayi makan dari sendok, menggunakan makanan yang dihaluskan satu atau dua kali sehari.
- Tahap dua adalah menjadi terbiasa dengan tekstur karena kemampuan motorik yang telah meningkat.
- Tahap tiga adalah pengenalan tekstur kasar dan kental dan juga peningkatan kemampuan motorik yang memungkinkan makan makanan kecil.
- Tahap empat adalah makan sendiri dan makanan makin menyerupai makanan anggota keluarga yang lain.
Bayi usia 6 bulan mulai secara sadar menghisap payudara atau botol. Sekitar 7 bulan, bayi akan membuat gerakan mengunyah dengan mulut mereka dan bahkan menunjukkan kapan mereka siap menerima suapan berikutnya dan kapan mereka merasa kenyang. Di usia 8–9 bulan, bayi akan mulai mengunyah makanan (bahkan bayi yang belum tumbuh giginya bisa mengunyah). Di sekitar waktu ini, bayi bisa membuka mulutnya dan mulai menggunakan bibir atasnya untuk mengambil makanan dari sendok. Di usia 10-12 bulan, bayi akan memperoleh lebih banyak cairan dari cangkir hisap dan walaupun lidah mereka masih menjulur di bagian bawah cangkir, ini akan membantu stabilitasnya. Di usia satu tahun bayi mampu melakukan gerakan menggigit yang baik (tergantung pada gigi mereka). Di sekitar usia satu setengah tahun, mereka sudah mahir menyimpan makanan dan minuman di dalam mulut mereka.
Pentingnya mengenalkan makanan yang bertekstur
Studi menunjukkan bahwa bayi yang tidak dikenalkan pada makanan yang bertekstur lebih mungkin memiliki kebiasaan makan yang rewel nantinya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan bayi usia 6-9 bulan makanan yang bervariasi. Hal ini bisa mencegah sulit makan di tahun-tahun berikutnya. Berikan makanan yang ditumbuk ketimbang yang diblender di usia 8 atau 9 bulan, dan di usia 9 bulan potongan sayuran dan cemilan (yang lunak) (lihat juga lembar fakta kami mengenai pengenalan makanan padat).
Saran untuk mengatasi penolakan makanan
Jangan paksa bayi untuk makan makanan yang mereka tolak. Cobalah untuk membuat rutinitas waktu makan yang baik dan juga hindari makan cemilan terlalu dekat waktu makan, karena makanan utama cenderung lebih bergizi.
Ingatlah bahwa penolakan terhadap makanan adalah perilaku yang wajar bagi hampir semua balita. Waktu makan harus selalu berorientasi pada keluarga dan saat yang menyenangkan. Jangan kecilkan pengaruh kebersamaan di saat makan pada perkembangan anak secara keseluruhan. Mengagumkan betapa bayi akan dipengaruhi oleh apa yang terjadi di sekitar mereka. Dalam hal ini termasuk gangguan, dan jangan lupa bahwa mereka selalu belajar dari Anda jadi pastikan Anda memberikan panutan yang baik. Ambil piring bayi ketika dia selesai tanpa keributan; mereka punya banyak waktu untuk mencobanya lagi.
Cara-cara untuk mengurangi penolakan terhadap makanan
Jangan membujuk, memohon atau mengelabui – cara ini bisa berbalik ke Anda dan menyebabkan lebih banyak masalah. Terimalah dengan tenang, jangan buru-buru anak Anda di saat makan, ajarlah mereka untuk makan dengan pelan. Dibutuhkan sampai 20 menit bagi otak untuk mengirimkan pesan ke tubuh bahwa tubuh sudah kenyang; cara ini juga akan mencegah terlalu banyak makan.
Bila mungkin, pastikan bahwa anak Anda tidak makan sendirian. Kenalkan makanan baru dalam suasana keluarga yang positif; kita tahu bahwa suasana yang santai, komunikatif dan menyenangkan membantu membentuk kebiasaan makan yang positif. Dan makan di depan TV tidaklah disarankan. Kami sangat menyarankan agar makanan dan oranglah yang menjadi pusat perhatian.
Hanya karena makanan ditolak, tidak berarti Anda tidak perlu menawarkan padanya lagi. Seperti yang disinggung sebelumnya, terkadang dibutuhkan beberapa kali upaya sebelum anak Anda terbiasa – dan menyukai – rasa dan tekstur baru.
Apa yang bisa dikategorikan sebagai masalah makan?
Sekali-sekali si kecil mungkin memiliki masalah dengan makan. Bila salah satu dari yang berikut ini terjadi, atau bila Anda merasa khawatir, carilah bantuan profesional.
- Bila bayi muntah terus, terutama bila diiringi dengan rasa sakit dan rasa tidak nyaman. Tidak termasuk di dalamnya melepeh makanan.
- Masalah ketika berpindah dari tekstur lembut ke makanan yang kasar dan lebih bergumpal dan kesulitan mengunyah. Tidak termasuk kabiasaan yang timbul dari ketergantungan pada makanan bayi dalam kemasan yang biasanya sangat lunak.
- Bila bayi memiliki masalah berlanjut dalam menelan makanan, seringkali dengan tersedak atau tercekik, terutama bila ada akibat negatif pada kesehatan dan perkembangan bayi.
- Memenuhi mulut secara berlebihan atau menyimpan makanan di dalam mulut dalam waktu yang lama (tidak termasuk bayi yang bernapsu makan besar, yang hanya ingin makan sebanyak mungkin makanan sekaligus). Perhatikan kecenderungan untuk memindahkan makanan dari mulut ke kerongkongan.
- Reaksi yang berulang atau reaksi buruk seperti reaksi kulit yang bisa jadi adalah tanda adanya alergi atau intoleransi.
- Diare yang terus-menerus karena ini adalah faktor penting dalam kegagalan pertumbuhan bayi dan harus diatasi sesegera mungkin.
- Konstipasi yang terus-menerus yang bisa menyebabkan stres dan ketidaknyamanan dan harus dicari sebabnya.
- Bila Anda merasa bahwa masalahnya adalah perilaku.
- Bila salah satu di atas mencemaskan Anda dan Anda merasa tidak mampu mengatasinya.
Ke mana saya harus mencari bantuan?
Tempat pertama yang harus Anda datangi adalah dokter Anda, yang kemungkinan besar akan merujuk Anda ke dokter anak atau unit pemeriksaan di rumah sakit (misalnya bila dicurigai ada alergi atau intoleransi makanan).
Banyak pedoman mengenai pengenalan makanan yang beredar saat ini didasarkan pada kemampuan oral-motorik. Dengan kata lain, apakah bayi Anda bisa memindahkan jenis-jenis makanan tertentu – misalnya makanan kasar dan cemilan – di dalam mulut mereka dan menyiapkannya untuk ditelan? Inilah sebabnya mengapa ahli terapi biacara seringkali diminta bantuannya untuk mengatasi masalah makan. Seorang ahli terapi bicara bisa memeriksa bayi Anda dan membantu Anda dan bayi bergerak maju dalam tahap-tahap makanan pendamping. Dia juga bisa membantu dalam hal-hal lain seperti mengeluarkan liur, masalah mengenai minum dari cangkir dan sedotan dan bila si kecil berkeras mengemut makanan di mulutnya.
Kenyataannya
Terkadang Anda bisa melakukan semuanya dengan benar, sesuai dengan teori dan tetap memiliki balita yang rewel makannya. Jangan mengabaikan kepribadian si kecil dan kebebasan menentukan pilihan. Hidup adalah kombinasi dari pola yang telah ada di diri kita seperti kepribadian dan motivasi, dan lingkungan kita. Yang satu bisa kita kontrol, tapi yang satu lagi harus kita usahakan.
Ingatlah, orang tua dan pengasuhlah yang bertanggungjawab menyediakan pilihan makanan bergizi untuk anaknya!
Informasi ini dipersembahkan oleh Leanne Cooper dari Cadence Health. Leanne adalah seorang ahli gizi berkualifikasi dan ibu dari dua anak laki-laki yang sangat aktif.
What do I Feed My Baby
eBook oleh Leanne Cooper
Memandu Anda dan bayi Anda dalam pemberian makanan padat.