Kebersihan: Kebersihan dan Keamanan
Tak diragukan lagi, kebersihan sangatlah penting untuk mencegah kontaminasi makanan. Sebagian besar dari kita sangat berhati-hati terhadap kebersihan; akan tetapi ketika berurusan dengan makanan, kita perlu mengingat hal-hal di bawah ini:
- Cucilah buah-buahan dan gosoklah sayuran sebelum digunakan atau sebelum disimpan di dalam kulkas
- Gunakan air hangat bersabun untuk mencuci tangan Anda
- Gunakan papan potong yang baik. Papan potong kayu terbukti memiliki lapisan bakteri yang paling sedikit setelah digunakan dan dicuci
- berhati-hatilah bila memanaskan makanan di oven microwave karena makanan di bagian-bagian tertentu bisa lebih panas dari bagian lain
- Jangan mencampur makanan sehingga bisa terkontaminasi, misalnya daging sapi, daging ayam atau telur mentah tidak boleh disimpan di tempat yang sama
- Hindari menggunakan jari Anda untuk memegang makanan
- Jauhkan rambut dari makanan
- Jauhkan makanan dari orang yang mungkin kurang sehat
- Cucilah spons di dalam mesin pencuci atau tempatkan di dalam microwave selama dua menit dan ganti dengan yang baru secara berkala
- Bersihkan tumpahan makanan dengan tisu dan buanglah segera
- Bila ragu, buanglah makanan yang kelihatan mencurigakan.
Tersedak: Bahayanya dan bagaimana menghindarinya
Sebuah studi mengenai kejadian tersedak karena makanan di Amerika menunjukkan bahwa 90% terjadi pada bayi dan anak-anak balita dan 65% pada anak di bawah usia 2 tahun. Dari 103 jenis makanan yang dipelajari, makanan berbentuk bulat adalah yang paling sering menjadi penyebabnya. Studi ini menemukan bahwa makanan berikut adalah yang paling tinggi resikonya (secara berurutan):
- Hot dog dan permen
- Kacang-kacangan
- Anggur
Untuk menghindari tersedak, pastikan bayi Anda makan hanya ketika sedang duduk. JANGAN PERNAH meninggalkan bayi atau anak kecil makan sendiri. Hindari makanan yang keras dan bulat; potonglah makanan dalam potongan kecil yang tidak beraturan dan bagi anggur menjadi empat potong. Beberapa studi menyarankan untuk menghindari makanan yang lengket seperti keju meleleh dan selai kacang; akan tetapi, tidak terlalu banyak kejadian asfiksiasi yang disebabkan oleh makanan-makanan tersebut.
Tip cepat: Jaring makan bayi adalah produk yang baru-baru ini saja keluar di pasaran. Bentuknya adalah sebuah pegangan plastik dengan kantong dari jaring untuk menampung makanan yang kemudian bisa dikunyah bayi. Bagus untuk bayi yang sedang tumbuh gigi dan untuk mengenalkan makanan cemilan dengam aman, misalnya berbagai buah-buahan, sayuran dan makanan lain. Benda ini menggantikan kain yang biasa digunakan di rumah. Penemuan yang sangat berguna.
Makanan yang berbahaya dan makan yang aman
Bayi dan anak-anak kecil tidak memiliki gigi belakang yang kita gunakan untuk mengunyah dan menghancurkan makanan menjadi potongan-potongan kecil. Ditambah lagi dengan cara makan mereka yang masih berkembang, mereka memiliki resiko tersedak. Banyak batita dan anak usia prasekolah yang merasa bahwa makan hanyalah kegiatan yang mengganggu hari mereka yang bisa diisi dengan bermain. Kecenderungannya adalah untuk memasukkan makanan dalam jumlah banyak ke dalam mulut dan menelannya secepat mungkin.
Kelompok usia mana yang memiliki resiko paling tinggi tersedak akibat makanan?
- 90% terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah 5 tahun
- 65% pada anak-anak di bawah 2 tahun
Tip-tip untuk membuat makanan lebih aman
- Selalu duduk untuk makan dengan tenang.
- Awasi bayi atau anak kecil ketika mereka makan.
- Hindari makanan yang keras dan bulat atau potong mereka menjadi kecil-kecil dan tidak berbentuk.
- Doronglah anak-anak untuk makan dengan gigitan yang kecil sampai sedang, makan pelan-pelan dan mengunyah makanan mereka dengan baik.
- Jangan pernah memaksakan makanan ke dalam mulut anak.
- Sebaiknya hindari makanan yang lengket seperti keju meleleh dan selai kacang; tetapi insiden asfiksiasi karena makanan-makanan ini cukup rendah.
- Potonglah daging, daging unggas dan sosis menjadi potongan kecil-kecil dan buanglah kulit dan lemak berlebih.
- Parut, masak atau tumbuk buah-buahan dan sayuran yang keras.
- Hindari potongan yang kecil dan keras, terutama yang bentuknya bulat.
- Hindari kacang-kacangan, biji-bijian, popcorn, anggur utuh dan permen.
Apa yang Anda lakukan bila si kecil tersedak makanan?
Bila Anak bernapas, periksa apakah ada makanan di mulutnya. Buang makanan yang masih terlihat oleh Anda dan suruh si kecil batuk untuk melihat apakah ada makanan yang masih bisa keluar. Makanan yang keluar juga harus dibuang. Awasi dia untuk sementara waktu, untuk memastikan bahwa tidak ada bahaya lagi. Bila si kecil tetap tidak bisa bernapas dengan baik setelah dua menit, teleponlah ambulans.
Bila anak berhenti bernapas, letakkan dia dalam posisi telungkup di pangkuan Anda, kepalanya harus lebih rendah daripada dada. Beri tekanan tiba-tiba di antara bahunya dengan bagian dasar tangan Anda saja. Periksa mulutnya dan ambil makanan yang tampak oleh Anda. Ulangi proses ini sampai lima kali bisa diperlukan. Bila Anak tetap tidak bernapas, telepon ambulans.
Pertimbangkanlah untuk mengambil kursus P3K; saat ini sudah ada kursus P3K khusus untuk anak-anak.
Informasi ini dipersembahkan oleh Leanne Cooper dari Cadence Health. Leanne adalah seorang ahli gizi berkualifikasi dan ibu dari dua anak laki-laki yang sangat aktif.
What do I Feed My Baby
eBook oleh Leanne Cooper
Memandu Anda dan bayi Anda dalam pemberian makanan padat