Sulit dipercaya, tapi bayi Anda sedang mempersiapkan dirinya untuk berbicara! Sejak saat dia baru dilahirkan, bayi Anda sudah mulai mengkomunikasikan kebutuhan dasarnya kepada Anda. Pada saat kelahiran, tangisan pertama bayi Anda berarti, “Aduh, saya kedinginan!” Anda menjawab kebutuhannya dan menghangatkannya. Itulah bentuk komunikasi pertama bayi. Dengan tumbuhnya dia, dia akan mulai membuat bunyi-bunyian, memahami dan menggunakan kata-kata dan akhirnya ikut serta dalam percakapan kompleks. Dan Anda tidak perlu menunggu lama lagi untuk semua ini!
Lahir sampai 3 Bulan
Di minggu-minggu pertama kehidupan bayi, Anda berdua saling berkenalan. Ketika bayi Anda menangis, dia mengganti volume dan nada suaranya untuk menyampaikan kebutuhannya. Anda belajar untuk mengenali bahwa bayi Anda lapar, tidak nyaman, ngompol, lelah atau senang menerjemahkan berbagai perbedaan pada tangisannya.
Bayi baru lahir Anda mendengar suara dan terkejut atau terbangun oleh keributan. Di hari ketiga, dia dapat mengenali suara ibunya dan bahkan mungkin berhenti menangis ketika mendengarnya. Di hari kesembilan dalam hidupnya, dia dapat menelusuri sumber suara dengan matanya. Dia mungkin memalingkan kepalanya ke arah suara ibunya dan menghentikan kegiatannya ketika mendengar suatu bunyi yang asing.
Sejak lahir hingga berusia 3 bulan, bayi Anda mungkin terdengar menirukan suara-suara vokal. Hal ini merupakan awal dari “permainan vokalnya." Permainan vokal lama-lama akan berubah menjadi bunyi bicara. Penelitian menunjukkan bahwa bayi terlahir dengan kemampuan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa apa saja. Tentu saja bayi Anda hanya akan memahami dan menggunakan bahasa-bahasa yang paling sering didengarnya.
Di usia 3 bulan bayi Anda sudah bisa tersenyum. Setelah hubungan yang positif tersebut, Anda akan berinteraksi lebih banyak lagi dengan bayi Anda, dengan menggunakan kata-kata dan ekspresi muka untuk memancing lebih banyak lagi senyuman. Dia mungkin merespon interaksi Anda dengan tersenyum dan membuat bunyi-bunyian. Anda harus mengikuti naluri Anda dan meniru bunyi-bunyian ini untuk memulai proses pemodelan bahasa.
"Ketika bayi mulai membuat suara-suara, tirulah dia," saran Sharon Frank, M.A., CCC-SLP, seorang patolog bicara-bahasa dan ibu dari Joey (4 tahun). "Cara ini akan memberitahu bayi Anda bahwa Anda mendengarnya, dan juga akan mendorong dia untuk terus membuat suara-suara."
Juga pada usia ini, beragam pola intonasi vokal digunakan dan bayi Anda belajar untuk menerjemahkan perubahan nada dan intonasi suara Anda. Dia mengenali perbedaan di antara kata-kata yang Anda gunakan, misalnya, bila Anda bertanya atau membuat pernyataan.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mendorong ketrampilan bicara? "Pada tahap ini, bayi lebih banyak memperhatikan sentuhan, ekspresi muka dan vokalisasi orang tuanya dibandingkan dengan kata-katanya," kata Frank. "Fokuslah untuk melebih-lebihkan ekspresi muka Anda dan mengubah nada suara ketika bercakap-cakap dengan bayi Anda."
4 sampai 6 bulan
Di usia sekitar 4 bulan, bayi Anda akan mulai merespon terhadap kata “tidak.” Dia sekarang sudah dapat melihat ke arah sumber suara baru dan akan mendengarkan musik dengan seksama. Antara 4 sampai 6 bulan, bayi mulai mengoceh. Mengoceh adalah ketika bayi Anda lebih banyak menggunakan suara konsonan dan vokal, seperti "p," "b" dan "m." Bayi Anda bisa mengoceh ketika dia sedang sendirian atau ketika dia sedang bermain bersama Anda.
"Tirulah ocehan atau kata-kata yang diucapkan bayi Anda," kata Frank. "Ketika bayi menunjuk pada suatu benda, sebutkan nama benda itu. Mulailah menunjuk ke benda-benda untuknya dan beri nama benda-benda tersebut ('tempat tidur, kucing, Ayah'). Selain itu, cobalah untuk berbicara dalam frase-frase yang terdiri atas satu sampai tiga kata (misalnya 'Mama pergi dadah,' 'susu lagi')."
Jennifer Cronin, seorang guru TK dan ibu dari Lily (6 bulan) dan Andrew (2 tahun) mempraktekkan pemodelan bahasa. "Setiap Lily mengoceh pada saya, saya mengucapkannya kembali ke Lily," katanya. "Saya banyak berbicara dalam nada tinggi karena dia senang mendengarnya. Saya pikir dia sedang bercakap-cakap dengan saya. Menggemaskan sekali!"
Cronin menambahkan bahwa dia menikmati melihat Andrew berinteraksi dengan Lily. “Andrew menirukan ocehan Lily,” katanya. “Menurut saya sangat hebat bahwa mereka bercakap-cakap bersama. Mereka belajar bagaimana caranya bercakap-cakap dan saling merespon. Ini adalah ketrampilan yang sangat penting untuk hidup mereka, terutama ketika mereka berinteraksi dengan anak-anak lain, misalnya di tempat penitipan anak, prasekolah, TK dan selanjutnya!"
Tak kalah pentingnya adalah perkembangan bahasa tubuh, karena hal ini juga mendorong perkembangan bahasa yang baik. Bayi mulai mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya dengan bahasa tubuh (menjulurkan tangan, menunjuk dll di sekitar usia 6 bulan. Penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat mempelajari bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan orang tuanya sebelum dia bisa mengucapkan satu patah katapun!
"Bantu dia untuk menyadari hubungan sebab-akibat (menggoyang-goyang kincringan) dan keadaan permanen benda-benda (main cilukba)," saran Frank. "Ketrampilan awal kognitif ini penting untuk perkembangan bicara dan bahasa."
7 sampai 12 bulan
Dari 7 bulan sampai 12 bulan, bayi Anda akan mulai menikmati main cilukba dan pok ame-ame. Dia mulai mengenali namanya dan kata-kata yang umum (misalnya “cangkir,” “popok”). Pemahamannya akan arah mulai timbul dan dia mulai merespon pertanyaan seperti, “Mau lagi?” Juga ocehannya telah meningkat dan meliputi kumpulan suara yang panjang dan pendek seperti, “upup, gagagaga." Ocehan-ocehan ini akan membentuk apa yang kita kenal sebagai kata-kata. Walaupun kata-katanya mungkin tidak jelas, bila bayi Anda terus menggunakan suara yang sama untuk menunjuk ke suatu benda, maka hal ini dapat dianggap sebagai suatu “kata”. Contohnya, bila bayi Anda selalu mengucapkan “gi” untuk menunjukkan bahwa dia mau “lagi”, kenalilah ini sebagai suatu kata.
Di usia 12 bulan, sebagian besar bayi telah mengubah ocehan mereka menjadi satu atau dua kata seperti “dada, bye-bye,” atau bahkan “mama!” Sulit untuk dipercaya bahwa hanya dalam 12 bulan seorang bayi telah mulai mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan dunia. Dari respon terkejutnya hingga dapat mengucapkan kata-kata pertamanya, ketrampilan bicara dan bahasa berkembang dengan sangat cepat. Tidak mengejutkan ketika penelitian mengenai perkembangan otak menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat terjadi sejak kelahiran sampai usia 3 tahun.
Teruslah mendorong ketrampilan bicara dengan berbicara pada bayi Anda sesering mungkin. “Gunakan lingkungan sekitar yang terdekat dengan Anda untuk meningkatkan kemampuan bicara bayi Anda, dengan berjalan-jalan dan menunjuk ke berbagai benda yang Anda lihat ('anjing, rumah, mobil, burung terbang, pak pos')," kata Frank. "Lakukan hal yang sama dengan benda-benda di dalam rumah, di toko sembako, di taman, dll."
Selama periode ini, bayi Anda sudah siap dan bersedia mempelajari bahasa, dan Andalah sumber terbaiknya untuk merangsang ketrampilan ini. Dengan menyediakan lingkungan pembelajaran bahasa yang kaya, Anda memberikan bayi Anda ketrampilan yang akan bertahan sepanjang hidupnya!
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
Tonggak-tonggak perkembangan digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui apa yang dilakukan anak-anak pada usia tertentu. Namun, setiap anak itu berbeda, dan mungkin mencapai tonggak-tonggak tersebut pada waktu lebih awal atau lebih belakangan daripada yang diindikasikan. Akan tetapi, untuk kelompok usia ini, Anda perlu merasa khawatir bila:
Bayi Anda tidak menunjukkan keterkejutan atau merespon bunyi-bunyian.
- Di usia 3 bulan, bayi Anda tidak menoleh ke arah sumber suara atau suara Anda.
- Di usia 8 bulan bayi Anda tidak mengoceh, meniru suara bicara atau menggunakan suaranya untuk menarik perhatian Anda.
- Di usia 8 sampai 12 bulan bayi Anda tidak merespon orang-orang yang berbicara padanya atau menunjukkan minat untuk berkomunikasi.
Bila Anda memiliki kekhawatiran apapun tentang pendengaran atau bicara/bahasa bayi Anda, diskusikan hal tersebut dengan dokter anak Anda. Identifikasi awal masalah pendengaran, bicara atau bahasa sangatlah penting. Identifikasi awal masalah tidak hanya akan membantu perkembangan bicara dan bahasa, tapi juga dapat mencegah kesulitan perilaku, interaksi dan akademik di masa depan.
Oleh Mindy Hudon, M.S., CCC-SLP. Kutipan khusus dari
