“Saya mau cangkir yang ‘guning’,” kata Seri Stinson (3 tahun). “Cangkir yang kuning,” jelas ibunya, Suzanne.
Seri memperhatikan ibunya dengan seksama ketika dia mengulangi kata itu sekali lagi. “Tapi kan sama,” katanya. “Mulut Mama melakukan hal yang sama!”
Suzanne tertawa, menyadari bahwa anaknya sebenarnya ada benarnya juga — perbedaan satu-satunya dari K dan G tidak dapat dilihat oleh Seri. Tidak heran untuknya bunyi itu sulit diucapkan.
“Ada beberapa bunyi yang sulit dilafalkan oleh sebagian besar murid-murid prasekolah,” jelas Janet Campbell, seorang ahli bicara-bahasa di program First Words di Ottawa. “Bunyi berkembang berurutan, dan yang lebih sulit biasanya akan dikuasai belakangan.”
Bunyi yang paling sulit? Menurut Campbell, mereka adalah CH, J, L, R dan TH. “Cukup sering anak-anak berada di kelas satu dan tidak bisa melafalkan R dan TH,” katanya. “Dan bila hanya itu kesulitan yang dihadapi anak Anda ketika dia berusia lima atau enam tahun, saya tidak akan terlalu khawatir.”
Pada usia tiga atau 3¼, Campbell merasa bahwa pembicaraan anak Anda harus hampir dapat dimengerti oleh sebagian besar pendengarnya. (Orang tua cenderung memahami anak usia prasekolah mereka walaupun orang lain tidak dapat, jadi hal ini bukanlah tolok ukur yang baik.) Banyak anak memiliki sebutan khusus seperti “hanguber” untuk hamburger, tapi di luar itu, sebagian besar bicara mereka harus jelas.
Sebagian anak yang masih mempelajari beberapa bunyi huruf mengeluarkan suara seperti mereka mempunyai aksen. “Bila Anda mulai mencurigai bahwa anak Anda cadel, mungkin saja itu disebabkan dia belum mengetahui bagaimana melafalkan huruf R,” jelas Campbell. “Jadi ‘burung’ keluar sebagai ‘bulung.’”
Bila anak usia prasekolah Anda tidak berbicara dengan jelas, atau mengalami kesulitan dengan banyak bunyi, Campbell menyarankan untuk meminta ahli bicara dan bahasa melakukan pemeriksaan. Itulah yang dilakukan Natalie McNaughton ketika anaknya, Davey (3,5 tahun), mengalami kesulitan dalam pengucapan. Dia memahaminya, tapi orang lain tidak.
“Davey akan mengatakan sesuatu seperti ‘aya mau alam’ walaupun maksudnya adalah ‘saya mau salam,’” jelas McNaughton. “Awalnya saya tidak dapat memahami apa yang salah dalam caranya bicaranya — terdengarnya sangat aneh — tapi kemudian saya menyadari bahwa dia menghilangkan semua bunyi lunak. Saya pikir mungkin dia memiliki masalah pendengaran.”
Dia benar. Kunjungan ke dokter menunjukkan bahwa ada cairan di belakang gendang telinga Davey yang tersisa setelah infeksi telinga sembuh. Untuknya, rasanya seperti mendengarkan dunia dari bawah air. Kemudian, walaupun telah ada sebuah tube yang dimasukkan untuk menghilangkan cairan ekstra tersebut, cara berbicara Davey tidak membaik sampai dia mengikuti sesi dengan seorang ahli bicara-bahasa.
Satu tanda lagi yang harus diperhatikan orang tua, menurut Campbell, adalah kata-kata tanpa akhiran. Contohnya, setelah berusia 3 tahun, anak Anda seharusnya tidak lagi mengatakan ‘cah’ untuk ‘cat.’ Beberapa anak tidak dapat menggunakan dua konsonan secara bersamaan — mengatakan ‘poon’ alih-alih ‘spoon’ — dan ini juga merupakan sumber kekhawatiran bila terus terjadi di atas usia 3½ tahun.
Bila anak Anda salah melafalkan beberapa kata atau tidak dapat mengucapkan bunyi-bunyi tertentu, apa yang harus Anda lakukan? Campbell mencegah para orang tua membenarkan anak-anak mereka. “Bila anak Anda berkata, ‘Saya melihat kuting!’ dan Anda berkata, ‘Bukan, yang benar kucing. Sekarang, katakan kucing,’ Anda bisa membuat frustrasi anak Anda dan menurunkan semangatnya untuk berbicara.” Dia menyarankan untuk merespon usaha anak Anda untuk berkomunikasi dengan cara yang positif dan pada saat yang sama menjadi model bicara yang benar. Respon Anda dapat berupa, “Ya, Mama juga melihat kucing itu. Kucingnya besar ya?”
Bisa juga menjadi masalah bila Anda menemukan bahwa pelafalan unik anak Anda sangat menggemaskan sehingga Andapun menambahkannya ke dalam kosa kata Anda. “Anak Anda membutuhkan Anda untuk mengucapkan kata-kata dengan tepat, untuk menjadi contoh yang dapat ditirunya,” Campbell mengingatkan para orang tua.
Walaupun penting untuk mengidentifikasi masalah berbicara yang terjadi seawal mungkin, Campbell juga mengingatkan bahwa cakupan normal itu luas sekali. Seorang anak berusia dua tahun bisa saja berbicara dengan kalimat-kalimat lengkap yang jelas, sementara abangnya yang berusia lima tahun masih memanggil dirinya ‘Wobbie’ alih-alih ‘Robbie.’ Bila Anda khawatir, bicarakan dengan dokter Anda atau dokter anak Anda apakah perlu rujukan ke ahli bicara.
Tahapan berbicara
Anak Anda dapat melafalkan bunyi-bunyi berikut:
- Di usia tiga tahun: semua huruf hidup, plus P, B, M, N, W, D, T, K, G dan H.
- Di usia 3½ tahun: F dan S
- Bunyi-bunyi yang paling sulit: CH, J, L, R dan TH.
Oleh Teresa Pitman. Artikel ini dipersembahkan oleh:
