Huggies

Keterlambatan Bicara dan Bahasa

Speech and Language Delays
“Saya…susu!” itulah yang dikatakan anak tertua saya ketika dia berusia tiga tahun, yang tentunya berarti, “Saya mau susu.” Sekarang rasanya sulit untuk dipercaya bahwa anak saya yang saat ini berusia 10 tahun dan sangat artikulatif pernah didiagnosa terlambat berbicara. Namun pada saat itu, saya merasa cukup traumatik melihat kemampuannya berbicara berada jauh di belakang kemampuan teman-temannya. Di usia dua tahun, teman-temannya sibuk membuat kalimat dengan dua kata, sementara saya berusaha keras membuat daftar empat atau lima kata yang dapat dipahami dan dilafalkan oleh anak saya.

Keterlambatan bicara atau bahasa tidaklah jarang terjadi. Dari mulai substitusi bunyi (membuat bunyi t alih-alih k, misalnya) sampai tidak mampu menggunakan atau memahami bahasa. Bagaimana suatu keterlambatan diperbaiki tergantung pada masalahnya dan penyebabnya.

Sebab-sebab yang umum

Bila Anda tidak dapat mendengar bagaimana bunyi suatu kata, maka Anda tidak dapat menghasilkan bunyi tersebut dengan baik. Jadi, tidak mengejutkan bila kehilangan pendengaran merupakan salah satu sebab masalah komunikasi. Ada dua jenis kehilangan pendengaran:

Kehilangan pendengaran konduktif adalah hasil dari kondisi yang mengganggu transmisi suara melalui bagian luar dan tengah telinga — infeksi bakteri, penyumbatan lilin di saluran telinga atau gendang telinga yang rusak. Biasanya dokter keluarga Anda atau spesialis THT dapat mengobati masalah kehilangan pendengaran konduktif.

Kehilangan pendengaran sensorineural terjadi bila telinga dalam atau syaraf akustik rusak. Tipe kehilangan pendengaran ini dapat didiagnosa segera setelah lahir, dan program pendeteksian terdapat di Ontario, New Brunswick, PEI, BC dan Yukon. Menurut situs Yayasan Pendengaran Kanada, bila kehilangan pendengaran bayi didiagnosa dan diobati sebelum usia enam bulan, tingkat bahasa mereka lebih tinggi – tanpa tanda-tanda keterlambatan pendengaran yang tampak pada anak-anak yang didiagnosa setelah enam bulan.

Akan tetapi keterlambatan berbahasa tidak selalu disebabkan oleh rusaknya pendengaran. Pada beberapa anak, sistem fisiologi yang bertanggungjawab untuk komunikasi terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjadi matang. Anak saya merupakan salah satu dari kelompok ini.

Masalah-masalah komunikasi ini umumnya terdiri atas dua jenis:

Keterlambatan berbahasa ekspresif terjadi ketika anak mengalami kesulitan menyampaikan bahasa verbal. Seorang anak berusia dua tahun yang bahasanya terbatas hanya satu atau dua kata atau seorang anak yang banyak berbicara namun sulit dipahami adalah contoh-contoh dari keterlambatan berbahasa ekspresif.

Gabriel dari Ontario Canada, didiagnosa mengalami keterlambatan berbahasa ekspresif ketika dia berusia 18 bulan. Ibunya, Leslie Hodges, memperhatikan bahwa dibandingkan dengan teman-temannya, Gabriel tidak dapat mengucapkan kata apapun. Dengan bantuan seorang ahli bicara-bahasa, Gabriel berusaha bersama keluarganya untuk belajar melafalkan konsonan dan “untuk mengingat di mana bunyi itu ada di dalam suatu kata,” kata Hodges. Sekarang, pada usia sembilan tahun, Gabriel sudah membaik. “Dia sudah membaca sekarang,” kata Hodges, “memang baru pada level kelas empat, tetapi dia sudah bisa membaca.”

Keterlambatan berbahasa reseptif mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami pesan yang disampaikan atau untuk mengikuti instruksi. “Seorang anak berusia dua tahun dan tidak dapat mengidentifikasi bagian-bagian tubuh” merupakan contoh keterlambatan bahasa ini, jelas Basiliki Passaretti, seorang ahli bicara-bahasa di Hamilton.

David MacDonald,* seorang murid prasekolah di Hamilton, tidak dapat memahami pertanyaan seperti “Apa yang sedang dilakukannya di gambar ini?” atau “Di mana bolanya?” dan tidak dapat merespon dengan baik. Setelah berminggu-minggu terapi yang melibatkan kegiatan interaktif berbasis permainan, seperti permainan papan khusus, dimana para pemain bertanya dan menjawab dengan cara wajar, menggunakan kosa kata dari permainan tersebut, David belajar untuk menjawab pertanyaan “apa” dan “di mana” dengan baik, dan sekarang sedang berlatih dengan “siapa,” “mengapa” dan “bagaimana.”

Apa yang dapat dilakukan?

Apa yang harus Anda lakukan bila Anda merasa bahwa anak Anda memiliki keterlambatan bicara atau bahasa? Anda dapat menghubungi pelayanan bicara dan bahasa di prasekolah setempat. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda untuk memperoleh pemeriksaan dan barangkali rujukan ke pelayanan terdekat di daerah Anda.

Sandra Seigel, seorang dokter anak, mendorong orang tua yang mengkhawatirkan ketrampilan komunikasi anak-anak mereka untuk mengatasi masalah ini seawal mungkin “karena membereskan masalah dapat membantu bila anak-anak ini saat ini hanya sedikit lambat dalam menguasai ketrampilah bicara dan berbahasa, tapi nantinya bisa mengejar – yang merupakan kelompok mayoritas – atau bila ada sesuatu yang lebih serius terjadi.” Seigel merasa bahwa apabila anak agak terlambat dalam menguasai ketrampilan berbahasa tapi mampu mencapai tonggak-tonggak perkembangan lainnya, hal ini cukup menenangkan hati dan merupakan hal penting. Pemeriksaan awal membantu mengidentifikasi apakah ada keterlambatan perkembangan lainnya, seperti perkembangan ketrampilan sosial dan motorik. “Banyak anak bisa mengejar ketika mereka bertambah besar,” kata Seigel.

Intervensi awal tentunya membantu keluarga saya. Pertolongan tersebut memulai prosesnya, walaupun lambat pada awalnya, tapi momentumnya terus meningkat dan sekarang tampaknya tidak pernah berhenti. Saat ini, saya selalu tidak sabar untuk ngobrol bersama anak saya. Duduk di pinggir tempat tidur di malam hari, saya senang sekali mendengarkan dia berbicara tentang trik skateboard apa yang telah dia pelajari dan apa yang membuatnya bahagia. Dan itulah perkembangan yang patut dibicarakan.

Tonggak Perkembangan Berbicara

Apakah anak Anda berada di mana dia seharusnya berada dalam berkomunikasi? Early Words, pelayanan bicara dan bahasa prasekolah di Hamilton, menawarkan suatu peta tonggak-tonggak kemampuan berbahasa:

Usia 1 tahun

  • Mengucapkan kata pertama
  • Mengikuti perintah-perintah sederhana
  • Menggunakan bahasa tubuh dan/atau mengeluarkan bunyi untuk menunjukkan  keinginan dan kebutuhan

Usia 1½ tahun

  • Menggunakan sekitar 50 kata
  • Menggunakan bunyi-bunyi bersambung yang terdengar seperti kalimat dalam bahasa asing
  • Mulai memahami kategori seperti makanan, mainan, binatang dan pakaian

Usia 2 tahun

  • 200 sampai 250 kata
  • Menggunakan kalimat dengan dua kata
  • Mengikuti perintah dua langkah
  • Menggunakan kata negatif seperti “tidak” dan “bukan” dalam kombinasi dengan kata lain

Usia 3 tahun

  • Kosa kata meningkat secara dramatis
  • Menggunakan bentuk jamak
  • Mengikuti perintah yang lebih dari dua sampai tiga langkah

Usia 3 ½ tahun

  • Menggunakan empat sampai lima kata di dalam kalimat
  • Menanyakan pertanyaan menggunakan “apa,” “di mana,” “siapa” dan “mengapa”
  • Dapat menghitung sampai tiga benda dan mengidentifikasi warna-warna dasar

Usia 4 tahun

  • Berbicara dalam kalimat lengkap yang bisa terdiri atas lima kata atau lebih
  • Menggunakan bentuk lampau
  • Tertarik dengan dan mampu mendengarkan cerita-cerita yang lebih panjang

Tips untuk bercakap-cakap

Bantulah anak Anda untuk menghilangkan ketakutan akan kata-kata dengan membuat bahasa menjadi hal yang mengasyikkan. Cobalah tips berikut dari University of Michigan Healthy System untuk mendorong kemampuan anak Anda dalam menggunakan bahasa:

  1. Mulailah berbicara dengan anak Anda sejak lahir. Berilah respon terhadap bunyi-bunyian dan ocehan yang dibuat bayi Anda.
  2. Mainkan permainan sederhana seperti cilukba dan pok ame-ame dengan bayi Anda.
  3. Dengarkan bayi Anda dan pandang wajahnya ketika dia berbicara pada Anda.
  4. Jelaskan pada bayi Anda apa yang sedang dilakukannya, dirasakannya dan didengarnya sepanjang hari.
  5. Doronglah dia untuk bercerita dan membagi informasi.
  6. Jangan mencoba untuk memaksa anak Anda untuk berbicara.
  7. Bacalah buku keras-keras. Berikan pertanyaan (“Apa yang kamu pikir akan terjadi selanjutnya?”).
  8. Bernyanyilah untuk anak Anda dan mainkan musik untuknya.
  9. Perluas apa yang dikatakan anak Anda. Contohnya, bila anak Anda mengatakan, “Anjing!” Anda dapat berkata, “Iya, anjing yang besar itu sedang berlari.”
  10. Lihatlah foto keluarga Anda dan berceritalah tentangnya.
  11. Jawablah anak Anda setiap kali dia berbicara karena ini berarti menghargainya bila dia berbicara.
  12. Jangan mengkritik kesalahan tata bahasa, berilah contoh tata bahasa yang baik.
  13. Bermainlah dengan anak Anda berdua saja dan berbicaralah mengenai mainan dan permainan yang sedang Anda mainkan.

Oleh Holly Ginsler. Artikel ini dipersembahkan oleh:





Member Tips

A diet rich in omega-3 fish oils has been shown to have a positive effect on children with allergies.

Leanne Cooper       

"