Huggies

Memahami Perilaku Anak Anda

Understanding Your Baby's Behaviour
Mungkin salah satu tantangan yang dihadapi oleh semua orang tua adalah membesarkan anak-anak mereka. Terlebih lagi di era sekarang dimana sebagian besar orang tua bekerja dan perlu menyeimbangkan pekerjaan dengan berbagai tuntutan dalam membesarkan anak-anak mereka.

"Mengapa anak saya yang berusia 2 tahun tidak bertingkah seperti anak tetangga saya yang patuh sekali?" Jawabannya adalah karena setiap anak itu unik dan berbeda.

Ketika anak-anak berlaku kurang baik, kita perlu memahami maksud dan sebab dari perilaku tersebut.

Perilaku kurang baik seorang anak harus dilihat dalam konteks hubungan antara anak dan penerima perilaku tersebut. Suatu perilaku tidak menjadi masalah bila tidak ada pengamat/penerima. Seorang anak yang menjerit-jerit sekuat tenaga tidaklah dianggap memiliki masalah perilaku sampai seseorang menghadapinya atau menerima konsekuensinya.

Bila kita berbicara mengenai perilaku, kita menghadapi sesuatu yang dapat diamati, bukan yang tidak dapat diamati. Perilaku itu relatif dan subyektif untuk setiap penerimanya. Oleh karenanya reaksi setiap penerima terhadap perilaku tertentu akan berbeda. Contohnya, seorang anak yang menolak memungut mainannya bisa dianggap berperilaku kurang baik oleh satu orang tua, tapi bisa dianggap sangat tidak dapat diterima oleh orang tua satunya.

Bayi dan batita seringkali tidak memahami implikasi jangka panjang dari perilaku mereka. Mereka seringkali berreaksi untuk hal-hal yang ada di sini dan sekarang. Menunda kesenangan merupakan hal yang sulit bagi mereka. Bila anak-anak menginginkan sesuatu, mereka menginginkannya sekarang, atau mereka akan menjerit, menggigit, menendang atau merengek.

Tiga faktor utama yang saling berhubungan seringkali membantu membentuk perilaku anak. Faktor-faktor tersebut adalah keturunan, lingkungan keluarga dan budaya dimana keluarga tersebut tinggal.

Temperamen

Pertama, kita melihat faktor keturunan atau temperamen seorang anak. Temperamen atau faktor keturunan seorang anak menjelaskan mengapa seseorang berperilaku tertentu sebagai respon atas suatu stimuli. Emosionalitas, tingkat aktivitas dan sosiabilitas berhubungan dengan perkembangan perilaku yang tidak diinginkan.

Emosionalitas mengacu pada reaksi anak sebagai respon atas peristiwa-peristiwa di lingkungannya. Adanya seseorang yang asing atau diajak berbicara oleh orang asing bisa membuat kesal seorang anak tapi tidak berpengaruh pada anak lain.

Tingkat aktivitas mengacu pada energi yang dikeluarkan anak dalam pergerakan dan kegiatan yang dinamis. Seorang anak yang aktif akan lebih sulit menerima batasan-batasan fisik yang ditetapkan oleh orang tua dan pengasuhnya daripada seorang anak dengan tingkat aktivitas yang rendah.

Sosiabilitas mengacu pada kecenderungan seorang anak untuk berinteraksi dengan orang-orang. Seorang anak yang sangat sosial, yang menginginkan perhatian setiap saat, akan lebih menuntut kontak sosial dibandingkan dengan seorang anak yang hanya menuntut perhatian ketika dia sedang lapar atau basah popoknya.

Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga mungkin merupakan faktor yang paling penting yang berkontribusi pada kemungkinan perkembangan perilaku yang tidak baik. Jadwal kerja orang tua, masalah pernikahan orang tua dan gaya mengasuh bisa mempengaruhi derajat, frekuensi dan intensitas dari perilaku yang tidak baik. Orang tua bekerja yang memiliki anak kecil mungkin menemukan bahwa anak-anak mereka memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki masalah perilaku yang diakibatkan oleh faktor-faktor seperti ikatan yang tidak kuat antara orang tua dan anak, kurangnya perhatian dari orang tua yang sudah lelah bekerja dan konflik antara anak-anak yang menginginkan perhatian dan kurangnya waktu orang tua.

Pembelajaran dan Pengalaman

Faktor ketiga adalah peran dari pembelajaran dan pengalaman. Seorang anak belajar berinteraksi dengan orang dan lingkungan sekitarnya. Interaksi antara pengasuh utama dan anak di bulan-bulan pertama hidupnya menentukan bagaimana dia akan bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya di waktu-waktu mendatang.

Sebagai contoh, bila merengek, menangis atau menjerit akan menghasilkan datangnya permen, kemungkinan besar perilaku yang tidak baik ini akan tetap ada, berubah bentuk seiring dengan tumbuhnya anak.

Bila anak berperilaku tidak baik, kemungkinan ada agenda di balik perilaku tersebut. Ada empat tujuan utama dalam perilaku tidak pantas.

Tujuan-tujuan tersebut adalah:

  • Mencari perhatian – terkadang anak-anak berperilaku tidak baik untuk menarik perhatian
  • Balas dendam – anak-anak mungkin akan membalas dendam dengan berlaku nakal atau melakukan hal-hal yang berbahaya
  • Mencari kekuasaan – anak-anak seringkali menantang orang tua mereka untuk memuaskan keinginan untuk berkuasa dan memiliki kontrol
  • Ketidakberdayaan – anak-anak yang menganggap diri mereka tidak kompeten atau tidak mampu melakukan sesuatu seringkali berreaksi dengan perilaku yang tidak baik. Bila anak terlalu dilindungi, mereka akan dengan mudah menjadi tidak berdaya dan merasa tidak semangat.

 
Belajar untuk mengenali tujuan dari suatu perilaku tidak baik akan membantu Anda mengerti mengapa anak-anak berperilaku tidak baik dan karenanya bisa menghadapi mereka dengan lebih sesuai. Perasaan Anda, reaksi dan konsekuensi dari perilaku tersebut adalah beberapa cara untuk mengenali sifat dari perilaku tidak baik tersebut.

1. Kenali perilaku tidak pantas dengan bagaimana perasaan Anda mengenainya

  • Mencari perhatian membuat Anda kesal
  • Mencari kekuasaan membuat Anda marah
  • Pembalasan dendam membuat hati Anda sakit
  • Ketidakberdayaan membuat Anda merasa sedih

 
2. Amati bagaimana Anda berreaksi terhadap suatu perilaku tidak baik

  • Mencari perhatian membuat Anda mengingatkan, membujuk, menjadi cerewet dan menjelaskan
  • Mencari kekuasaan membuat Anda melawan atau menyerah
  • Pembalasan dendam membuat Anda membalas agar sama
  • Ketidakberdayaan membuat Anda memecahkan masalah sendiri

 
3. Amati konsekuensinya pada anak yang menunjukkan perilaku tidak baik

  • Mencari perhatian membuat orang-orang menoleh dan berbicara pada anak
  • Mencari kekuasaan membuat orang mendatangi dan mengawasi anak
  • Pembalasan dendam membuat orang menghukum anak
  • Ketidakberdayaan membuat orang menjaga dan mengurus anak tersebut

Di beberapa skenario berikut, tanyakan pada diri Anda bagaimana perasaan Anda sebagai orang tua, bagaimana perasaan Anda mengenai reaksi dari orang tua dan apa tujuan anak tersebut berperilaku tidak baik.
 
Dialog 1
Ibu:  Tidakkah mandi barusan asyik, Paul? Sekarang kamu sudah bersih dan kering. Nah, Mama akan meletakkanmu di tempat tidur sebentar.
(Batita John datang dan meninju Paul.)
Ibu:  Jangan, John! Kamu tidak boleh memukul adik bayi seperti itu. Kamu anak nakal.
Ayah: Jangan begitu lagi, John, atau kamu akan dihukum!
Ibu ke Ayah: Aku benar-benar berharap dia tidak melakukannya. Bayinya kan tidak berbuat apa-apa kepadanya.

Skenario ini menunjukkan pembalasan dendam.
 
Dialog 2
Jason: Mama, aku tidak bisa menemukan power rangerku.
Mama:  Ada di dalam kotak mainan tempat kamu selalu menyimpannya.
Jason: Saya sudah melihat ke sana. Tapi tidak ada.
Mama:  Pergi cari lagi. Tadi pagi mainan itu ada di sana.
Jason: (Datang dari kotak mainan) Saya masih belum menemukannya, Ma.
Mama: Ya ampun (pergi ke kotak mainan). Ini dia, di tempat yang sudah Mama bilang tadi. Kenapa sih tidak ada orang yang bisa menemukan apa-apa di sini kecuali aku? Kamu benar-benar tidak bisa diharapkan.

Skenario ini menunjukkan ketidakberdayaan.
 
Dialog 3
Mama: Ayo, John. Waktunya untuk menyimpan mainanmu. (Diam), John, tolong simpan mainanmu. (Diam).  John, Mama akan memukulmu kalau kamu tidak menyimpan mainanmu. Ayo, Mama bantu. Tuh, Mama sudah menyimpan truknya ke dalam kotak. Nah, masuklah dia…….

Skenario ini menunjukkan mencari kekuasaan.

Dialog 4
Mama: Mama akan menelpon Tante Mary dan membuat janji berbelanja bersamanya (memencet tombol telepon). Hallo? Oh Mary, ini Jane, Bagaimana bila kita pergi berbelanja minggu ini? (Anak mulai menangis dan memukul-mukulkan mainannya.) Sebentar, Mary (meletakkan telpon). Hentikan itu, Sam! Nakal. Mama sedang menelpon (meletakkan telpon). Ini power rangermu. (Kembali ke telpon). Maaf ya, Mary. Sam selalu melakukannya setiap aku sedang menelpon. (Keributan mulai lagi). Ya ampun, dia merusak mainannya. Mary, nanti aku telpon lagi ya kalau dia sudah tidur? Bye.
 
Skenario ini menunjukkan mencari perhatian.

Penting untuk diingat bahwa perilaku yang kita anggap bermasalah belum tentu merupakan perilaku tidak baik dari sisi anak. Anak-anak kecil seringkali berperilaku begitu bila mereka lapar, takut, sakit atau ada kebutuhan fisiknya yang tidak terpenuhi. Sebagian besar anak-anak secara alamiah bersifat penuh ingin tahu, egosentris dengan jangka perhatian yang pendek dan mencari kesenangan segera.

Dalam mempertimbangkan perilaku tidak baik, penting untuk memahami faktor-faktor yang terlibat yang menyebabkannya.

Mengetahui mengapa anak Anda berperilaku tidak baik dan apa tujuannya akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik ketika Anda dihadapkan pada situasi ini.
 

Artikel ini dipersembahkan oleh KK Hospital – RS Wanita dan Anak-anak terkemuka di Singapura.  Silahkan kunjungi www.kkh.com.sg untuk informasi lebih lanjut. Referensi:

  • Birch, K (1991). Positive Parenting. From Toddlers to Teenagers. A resource book for New Zealand families. Octopus Publishing Group (NZ) Ltd.
  • Seymour, F (1992). Good behaviour: A guide for parents of young children. GP Publications LTd. NZ.
  • Sander, M.R. (1992). Every Parent. A positive approach to children's behaviour. Addision-Wesley Publishing Company, Sydney.





Expert Tips

from Alex - Midwife

If you have a healthy diet there is no need to take any dietary supplements when breast feeding.