Huggies® Diapers dan Lingkungan
Tidak diragukan lagi bahwa baik popok kain maupun popok sekali pakai memberikan dampak pada lingkungan dan tidak ada gunanya berpura-pura sebaliknya. Akan tetapi, sebagian besar barang yang kita beli di supermarket mempengaruhi lingkungan dengan cara tertentu. Oleh karena itu, pertanyaannya menjadi: apakah yang kami lakukan untuk meminimasi dampak dari produk kami terhadap planet kita?
Di Kimberly-Clark (pembuat Huggies®) kami melakukan banyak upaya untuk meneliti dan meningkatkan produk kami hingga memperoleh hasil seperti saat ini. Semua ini dirancang untuk memberikan produk terbaik bagi para orang tua dan untuk memastikan bahwa kami telah meminimasi dampak dari produk-produk ini terhadap lingkungan.
Anda mungkin ingin mengetahui bahwa:
Popok sekali pakai dan popok yang dapat digunakan kembali memiki dampak lingkungan yang serupa
Ada banyak studi yang membandingkan popok sekali pakai dengan popok yang dapat digunakan kembali.
Asosiasi Konsumen Australia (Australian Consumers' Association), dalam sebuah studi konsumen mengenai kinerja popok sekali pakai menyimpulkan;
"Tidak ditemukan adanya keuntungan yang nyata dari pemakaian popok kain dibandingkan dengan popok sekali pakai ditinjau dari segi lingkungan. Keduanya memberikan dampak lingkungan yang merusak."
Di samping itu, sebuah studi besar yang dilakukan selama dua tahun dan disponsori oleh Badan Lingkungan Pemerintah Inggris - Life Cycle Assessment (LCA)2, dikeluarkan pada 19 Mei 2005 – menemukan bahwa:
"…sedikit sekali atau tidak ada sama sekali perbedaan dari keduanya."
Studi di Inggris yang dilakukan dengan rinci ini mempelajari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembuatan, penggunaan dan pembuangan popok sekali pakai dan popok yang bisa digunakan kembali yang dapat berdampak pada lingkungan. Studi ini menunjukkan bahwa
- Penggunaan popok kain menggunakan lebih banyak air, energi dan deterjen, dan
- Popok sekali pakai merupakan kontributor sampah padat di tempat pembuangan sampah akhir (landfill).
Hasil dari studi independen ini mengkonfirmasi temuan dari lima studi life cycle assessment lain yang dilakukan sejak 1991.
Kesimpulan ini menggarisbawahi fakta bahwa semua kegiatan memiliki dampak lingkungan. Sebagian dari kegiatan ini sangat kasat mata (sampah yang dibuang ke landfill), sebagian lagi tidak (energi, air dan bahan kimia yang digunakan untuk mencuci)
Kedua jenis popok ini diketahui memiliki dampak keseluruhan terhadap lingkungan yang mirip, dan perbedaannya terletak pada dimana dampak dihasilkan pada tahapan siklus hidup produk.
Berdasarkan studi-studi tersebut dan kesimpulannya, para prang tua kini dapat membuat keputusan dalam memilih jenis popok tanpa rasa bersalah, berdasarkan faktor-faktor lain yang lebih penting seperti kinerja, biaya dan kenyamanan.
Kembali ke atas
Kami menggunakan serat yang terbarukan pada Huggies® Diapers
Di Huggies® (Kimberly-Clark), kami membuat serat untuk popok dari kayu pinus (Pinus radiata) dari perkebunan yang berkelanjutan dan terbarukan. Sebagai orang tua, kami ingin meyakinkan Anda bahwa hutan-hutan ini ditanam kembali dan dikelola untuk memastikan keberlanjutannya di masa depan.
Serat di dalam popok sekali pakai buatan Kimberly-Clark menggunakan limbah perkebunan pinus yang disebut “thinnings”. Di masa lalu, bahan thinning dibiarkan hingga membusuk di hutan atau dibakar.
Kembali ke atas
Huggies® diapers menggunakan pemutih hidrogen peroksida (bukan klorin)
Hidrogen peroksida (klorin) digunakan sebagai pemutih serat. Pemutihan penting karena proses ini meningkatkan keterserapan dan integritas serat dari bantalan popok. Proses ini menghasilkan oksigen dan meninggalkan residu yang sangat sedikit di lingkungan.
Kembali ke atas
Peningkatan pada produk Huggies® mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan
Di sepuluh tahun terakhir kami telah mengurangi besarnya popok sekali pakai Huggies® sebesar lebih dari 50% melalui peningkatan kinerja. Pengurangan ini sebagian besar dicapai dengan mengganti serat dengan bahan super-absorbent tambahan dan desain produk yang lebih efektif.
____________________________________________________________________
1. Diambil dari CHOICE edisi Agustus 1999 – dengan ijin dari Australian Consumers' Association (ACA).
2. "
A life cycle assessment of disposable and reusable diapers in the UK", 19 Mei 2005.
Kembali ke atas