Kidal Bukan Kelainan
Mitos & Fakta tentang Kidal


Tidak perlu panik jika Anda menyadari bahwa si kecil ternyata lebih dominan menggunakan tangan kiri atau kidal.

Kondisi ini bukanlah suatu kelainan atau pertanda bahwa anak Anda akan tumbuh tidak normal. Banyak orang ternama seperti Barrack Obama dan Bill Gates yang ternyata kidal.

Kidal adalah kecenderungan seseorang untuk lebih aktif menggunakan anggota tubuh sebelah kiri dibandingkan sebelah kanan dalam melakukan berbagai aktivitas. Meski bukan sebuah cacat, namun budaya timur membuat anak kidal dapat menemui kesulitan saat menggunakan fasilitas umum atau berinteraksi dengan orang lain.

Ada begitu banyak potongan informasi yang beredar di masyarakat seputar anak kidal. Adalah tugas Anda sebagai orangtua, untuk memilah mana yang memang fakta, dan mana yang hanya mitos.


Mitos :
Kidal adalah kelainan

Fakta :
Kidal adalah kondisi normal yang disebabkan bagian otak kanan yang lebih dominan, keturunan, atau kebiasaan.

Ada hubungan antara fungsi otak kiri dan kanan dengan aktivitas kedua tangan manusia. Otak kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan otak kiri mengatur tubuh sebelah kanan. Kondisi kidal bisa jadi menandakan bahwa otak kanan, yang berfungsi mengatur daya kreativitas, cenderung lebih dominan daripada anak yang lebih sering menggunakan tangan kanan.

Selain itu, kidal juga bisa bersifat genetis. Jika ada salah satu anggota keluarga yang kidal, misal salah satu dari orang tua, maka kemungkinan si anak juga akan mewarisinya. Bisa juga karena faktor lingkungan, jika ia memang dibiasakan menggunakan tangan kiri atau sering melihat orang yang ada di sekitarnya cenderung menggunakan tangan kiri.

Kidal bisa juga terjadi karena awalnya anak ingin mendapat perhatian orangtua. Jika ia menggunakan tangan kiri, ia akan mendapat respon dari orangtuanya berupa teguran atau ajakan untuk menggunakan tangan kanannya.


Mitos :
Tangan kanan adalah tangan manis, tangan kiri adalah tangan jelek

Fakta :
Semua anggota tubuh adalah ciptaan Tuhan yang harus sama-sama dihargai
Selama ini ada dugaan bahwa jumlah orang kidal yang berasal dari ras kulit putih lebih banyak daripada di Asia. Padahal sebenarnya perbandingan jumlah keduanya tidak jauh berbeda. Hanya saja orang-orang di belahan timur menganut budaya yang mengatur kehidupan mereka sehari-hari, termasuk bagian tubuh sebelah mana yang seharusnya digunakan. Padahal bagian tubuh bagian mana pun sebaiknya mendapat penghargaan yang sama.


Mitos :
Terlalu sering USG saat hamil akan membuat anak menjadi kidal

Fakta :
Kidal tidak memenuhi syarat sebagai efek medis. Ada anggapan bahwa ibu yang melalui proses yang sulit dan panjang saat melahirkan dan yang sering melakukan USG saat hamil akan cenderung melahirkan anak yang kidal. Padahal belum ada studi medis manapun yang menunjukkan peningkatan risiko tersebut.


Mitos :
Anak kidal harus dipaksa berhenti menggunakan tangan kirinya secara dominan

Fakta :
Anak kidal sebaiknya juga dilatih menggunakan tangan kanan untuk berinteraksi dan menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri. Hindari memaksa anak kidal untuk beralih menggunakan tangan kanannya. Selain membuatnya tidak nyaman, pemaksaan ini juga akan membuatnya tidak percaya diri, bahkan mengalami gangguan fisik.

Jika buah hati Anda kidal, ada baiknya melatihnya menggunakan tangan kanan juga, bukan untuk menghentikannya menggunakan tangan kiri secara dominan, tapi untuk menyeimbangkan kedua fungsi otak kanan kirinya.

Anda sebaiknya juga mengajarkannya bahwa ia hidup di dunia di mana sebagian besar orang cenderung menggunakan tangan kanan untuk beraktivitas. Sehingga tak ada salahnya jika ia juga belajar menggunakan tangan kanan saat berinteraksi dengan orang lain.

Misalnya seperti berjabat tangan atau menerima dan memberikan sesuatu. Sementara kegiatan lain yang bersifat pribadi bisa tetap dilakukan dengan tangan kiri sesuai kenyamanannya.


Mitos :
Anak kidal cenderung lebih bodoh, sensitif, lekas marah, suka mengompol

Fakta :
Anak kidal akan berpotensi terganggu secara psikologis jika tidak diterima oleh lingkungannya. Siapapun akan terganggu jika terus menerus dipaksa melakukan hal yang sebenarnya tidak nyaman ia lakukan. Begitu juga dengan anak kidal yang selalu disuruh berhenti menggunakan tangan kirinya.

Anak kidal yang mengalami pemaksaan seperti ini memang cenderung menjadi tidak percaya diri, lekas marah, sering mengompol, badisleksia (gangguan kemampuan membaca), bahkan mengalami gangguan fisik seperti sering pusing dan sakit perut.

Mereka juga menjadi serba takut melakukan apapun karena selalu ditegur saat terlihat menggunakan tangan kiri. Namun jika mereka diterima dan disayangi apa adanya, mereka akan tumbuh sama baik seperti anak-anak lain.

Anak kidal juga sering dianggap lebih bodoh dibanding anak yang dominan menggunakan tangan kanan. Hal ini bisa jadi karena anak kidal butuh waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Misalnya kursi-kursi di kelas yang sandaran untuk menulisnya hanya terletak di kanan, atau toilet yang kran pengguyurnya hanya terletak di kanan.


Mitos :
Balita yang sering memakai tangan kiri akan selalu kidal

Fakta :
Balita yang sering memakai tangan kiri bisa saja beralih cenderung menggunakan tangan kanan dengan sendirinya. Jangan buru-buru menganggap balita Anda kidal jika saat ini ia lebih sering menggunakan tangan kiri daripada tangan kanannya. Umumnya kecenderungan penggunaan tangan baru tampak jelas ketika anak mencapai usia sekolah, saat ia sudah bisa menentukan tangan mana yang lebih nyaman digunakan.


Setelah melihat berbagai mitos dan fakta di atas, maka dapat disimpulkan bahwa orangtua dari anak kidal sebaiknya menumbuhkan rasa percaya diri anaknya dengan menerima kondisi si kecil sebagai sebuah keistimewaan yang normal. Sementara orangtua dari anak yang dominan menggunakan tangan kanan sebaiknya juga mengajari anak mereka untuk menghargai anak kidal. *.*