Huggies

Membangun Ikatan Sebelum Kelahiran

Bonding Before Birth
Pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda di dalam rahim merupakan pengalaman yang luar biasa. Pada permulaan bulan kedua kehamilan Anda, mata, hidung dan telinga si kecil Anda sudah terlihat jelas melalui pemeriksaan ultrasonografi, dan pada bulan kelima, pendengaran bayi Anda sudah berkembang penuh. Kemampuan barunya mengenali Anda dan suara lainnya yang sering didengarnya di lingkungan sekitarnya dengan cepat terbentuk.

Stimulasi pra-kelahiran melalui musik yang diperdengarkan secara rutin pada saat di rahim mungkin memberikan perasaan percaya diri dan relaksasi pada bayi setelah mereka lahir. Anda dan bayi Anda juga akan cepat menemukan cara yang tepat untuk membangun ikatan, berbagi emosi dan manfaat potensi perkembangan intelektual yang dihasilkan oleh metode ini.

Dasar-dasar Stimulasi Musik Pra-kelahiran

Stimulasi pra-kelahiran adalah metode yang menggunakan stimuli seperti suara (suara ibu dan musik), gerakan, tekanan, getaran dan cahaya untuk berkomunikasi dengan bayi yang sedang berkembang sebelum kelahiran. Ketika berada di rahim, bayi belajar untuk mengenali dan merespon berbagai macam stimuli, yang mendorong perkembangan fisik, mental dan indranya. Latihan stimulasi akan memungkinkan bayi berkomunikasi dengan Anda dan pasangan Anda melalui pergerakan di rahim, membangun hubungan antara beberapa stimuli spesifik (seperti suara-suara Anda) dan yang paling penting, membantu membangun daya ingatnya.

Memilih Musik Yang Tepat Untuk Bayi

Apakah bayi Anda bergerak seirama dengan alunan Simponi Kelima Beethoven atau apakah Anda merasakan dia menendang dengan hebat ketika lagu Madonna terdengar di radio? Dengan paduan suara dan repetisi yang tepat, bayi mungkin menikmati campuran berbagai macam musik.

Hampir semua dokter ahli anak setuju bahwa hampir semua jenis musik cocok dinikmati Anda dan bayi. “Keragaman musik perlu dan dapat berguna untuk kemampuan bayi menulis, membaca dan berbahasa di masa depan,” kata Dr. Philip A. De Fina, professor muda di Jurusan Psikiatri dan Neurosains Tingkah Laku, Sekolah Kedokteran, Universitas New York dan kepala neuropsikologi dan direktur neuroterapi di Laboratorium Riset Otak NYU.

Penelitian Yang Telah Dilakukan

Penelitian ilmiah baru-baru ini mengenai pengaruh stimulasi musik pra-kelahiran sangat beragam. Beberapa peneliti masa kanak-kanak awal (early childhood) percaya bahwa tidak ada bukti kongkrit yang secara langsung mendukung teori bahwa stimulasi musik sebelum kelahiran menyebabkan si anak mempunyai inteligensia yang lebih tinggi di kemudian hari. Spesialis lainnya mempertahankan pendapat sebaliknya dan berargumen bahwa terdapat studi langsung yang memperlihatkan bahwa begitu bayi lahir, bayi punya kemampuan bawaan untuk mengenali suara ibu mereka dan mungkin dapat merespon musik yang sering diputar oleh keluarga ketika bayi berada di kandungan.

Informasi yang akurat tersedia untuk para peneliti melalui penggunaan ultrasonografi, monitor rahim dan televisi serat optik yang memberikan pemandangan mengenai hidup yang mempesona yang berkembang di dalam rahim. Studi yang dilakukan oleh dua peneliti masa kanak-kanak awal, Thomas R. Verny dan Rene Van de Carr, menjelaskan bahwa bayi yang sudah distimulasi ketika berada di dalam rahim menunjukkan kemampuan perkembangan visual, pendengaran, bahasa dan motor yang lebih maju. Verny dan Van de Carr mempertahankan bahwa bayi-bayi tersebut lebih mudah tidur, lebih tanggap terhadap lingkungan dan sekitarnya dan jauh lebih bahagia dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan berbagai macam stimulasi pra-kelahiran.

Terlalu Banyak Memberikan Hal-hal Yang Baik?

Seperti banyak hal lainnya dalam hidup, Dr. De Fina percaya bahwa stimulasi musik pra-kelahiran hendaknya dipraktekkan secara moderat. “Waktu yang tepat untuk menstimulasi bayi Anda adalah ketika anda memutuskan untuk tidur singkat atau beristirahat,” menurutnya. Walaupun stimulasi yang berlebihan tidak akan merugikan bayi anda secara fisik, stimulasi dapat membuat bayi merasa kewalahan dengan perhatian ekstra tersebut dan dia mungkin berhenti merespon usaha anda.

Dengarkan mood anda – jika anda mulai bosan mendengarkan nyanyian opera yang itu-itu saja, mungkin bayi Anda akan merasakan hal yang sama. Mendengarkan musik hendaknya menjadi waktu khusus untuk berbagi kenikmatan dan membangun ikatan antara Anda, pasangan Anda dan bayi. Ingatlah, ini bukanlah masalah jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi kualitas dari pengalaman indah yang Anda nikmati bersama.

Oleh Jennifer Lacey.  Artikel ini telah disediakan oleh:





Expert Tips

from -

Don’t just meet a friend for coffee- go for a walk together first.