Apakah keluarga dan teman-teman Anda punya berbagai cerita mengenai hal-hal yang tabu dilakukan selama kehamilan? Seberapa jauh kebenaran dari cerita dari mulut ke mulut ini?
Di bawah ini adalah beberapa mitos yang umum didengar mengenai apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh para ibu hamil.
Mitos: Makan kepiting dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif
Fakta: Tidak ada landasan ilmiah untuk menghubungkan kepiting dengan kemungkinan hiperaktifnya anak. Akan tetapi, wanita hamil disarankan untuk memakan makanan yang sehat dan berimbang, yang meliputi berbagai jenis makanan alami tanpa bahan kimia dan pengawet.
Mitos: Melukis selama kehamilan dapat membuat bayi memiliki tanda lahir
Fakta: Tanda lahir biasanya disebabkan oleh pigmentasi pada kulit bayi. Dapat juga disebabkan oleh pengumpulan pembuluh darah di suatu tempat secara tidak wajar. Sebagian dari tanda lahir akan hilang dengan tumbuhnya anak, sebagian lagi tidak.
Mitos: Menggunting kain di tempat tidur akan menyebabkan bayi memiliki bibir/lidah sumbing
Fakta: Bibir atau lidah sumbing merupakan cacat bawaan. Kondisi ini cenderung merupakan keturunan dan resikonya akan meningkat sesuai dengan jumlah anggota keluarga langsung yang terkena. Akan tetapi, hal ini juga dapat terjadi pada bayi yang tidak memiliki sejarah keluarga yang terkena kondisi ini.
Beberapa obat tertentu diperkirakan menyebabkan kecacatan ini tapi hasil penelitiannya belum konklusif.
Mitos: Memakan pisang kembar akan menyebabkan kembar siam
Fakta: Kembar siam lahir dengan bagian tubuh yang menempel. Hal ini terjadi semata-mata karena kebetulan dan terjadi pada saat berkembangnya sebuah embrio tunggal.
Pada sebagian besar perkembangan bayi kembar, embrio akan berpisah dalam waktu 2 minggu setelah konsepsi. Pada kembar siam, hal ini terjadi belakangan dan embrio tidak sepenuhnya berpisah.
Kondisi ini serius karena tingkat mortalitas bayi yang lahir dengan kondisi ini tinggi. Untungnya, kembar siam dapat dideteksi dengan pemeriksaan ultrasound selama kehamilan. Bila dideteksi pada tahap awal kehamilan, pasangan dapat memutuskan apakah akan melanjutkan kehamilan atau tidak.
Pilihan tindakan yang akan dilakukan berbeda pada setiap kasus, tergantung pada bagian tubuh bayi mana yang menempel dan apakah ada kecacatan yang terkait. Pada sebagaian besar kasus, dilakukan operasi.
Mitos: Ibu harus menghindari makan makanan “dingin” seperti agar-agar, nenas dan pisang hijau karena dapat menyebabkan keguguran
Fakta: Tidak ada bukti yang konklusif yang menghubungkan makanan tertentu dengan keguguran. Keguguran biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama kehamilan. Sekitar 50% disebabkan oleh janin yang terbentuk secara tidak normal. Sebab-sebab lain termasuk infeksi dan kondisi medis seperti diabetes.
Wanita hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan berimbang, yaitu makanan dari 4 kelompok makanan (nasi dan penggantinya, buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging dan penggantinya). Tambahan asupan nutrien tertentu seperti asam folat, vitamin C, kalsium dan zat besi juga diperlukan.
Mitos: Menjahit dan menambal selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan anus tertutup
Fakta: Anus tertutup merupakan malformasi bawaan. Hal ini merupakan kondisi yang ada saat lahir dan tidak diturunkan. Hal ini dapat dihubungkan dengan kondisi deformitas lain seperti anomali saluran kemih atau kromosom.
Kondisi ini terjadi pada 1 dari setiap 5.000 kelahiran. Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ini.
Informasi ini diberikan oleh KK Hospital – Rumah Sakit untuk Wanita dan Anak ternama di Singapura. Silahkan kunjungi www.kkh.com.sg untuk memperoleh informasi lebih lanjut.